Scroll untuk baca artikel
Politik

Sudjatmiko: Pancasila Harus Menjadi Rumah Besar Toleransi Berbangsa dan Bernegara

×

Sudjatmiko: Pancasila Harus Menjadi Rumah Besar Toleransi Berbangsa dan Bernegara

Sebarkan artikel ini

Anggota MPR RI, Sudjatmiko, menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai rumah besar bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut disampaikan Sudjatmiko dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan tema “Pancasila dan Rumah Besar Toleransi Berbangsa dan Bernegara”,

Dalam kegiatan tersebut, Sudjatmiko menyampaikan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman sangat besar, baik dari sisi agama, suku, budaya, bahasa maupun latar belakang sosial. Keberagaman tersebut merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang perlu dirawat bersama agar tidak menjadi sumber perpecahan.

“Pancasila adalah rumah besar kita bersama. Di dalam rumah besar ini, seluruh anak bangsa memiliki kedudukan yang sama untuk hidup berdampingan, saling menghormati dan bekerja sama membangun Indonesia,” ujar Sudjatmiko beberapa waktu lalu.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Toleransi tidak cukup hanya dipahami sebagai sikap menerima perbedaan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kesediaan untuk menghormati hak orang lain, membangun dialog, bergotong royong dan menyelesaikan persoalan secara musyawarah.

Sudjatmiko juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa tantangan baru dalam kehidupan masyarakat. Arus informasi yang begitu cepat dapat menjadi sarana memperkuat persatuan, tetapi juga dapat menimbulkan konflik apabila masyarakat tidak mampu menyaring informasi dengan baik.

“Jangan sampai perbedaan pilihan, perbedaan keyakinan atau perbedaan pandangan membuat kita kehilangan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Media sosial harus kita gunakan untuk mempererat persatuan, bukan menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian dan memecah belah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupkan dalam berbagai ruang kehidupan. Menurutnya, toleransi perlu dibangun mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, komunitas, hingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Dalam sesi dialog, peserta turut menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai bagaimana menjaga toleransi di tengah meningkatnya perbedaan pandangan di masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Sudjatmiko menekankan pentingnya membangun komunikasi dan ruang dialog yang sehat.

“Perbedaan adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari. Yang penting adalah bagaimana kita mengelola perbedaan tersebut agar tidak berubah menjadi konflik. Musyawarah, saling menghormati dan mengedepankan kepentingan bersama adalah bagian dari nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.

Sudjatmiko berharap kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dapat menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bagi masyarakat untuk kembali memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang toleran, inklusif dan saling menghargai.

“Indonesia adalah rumah kita bersama. Mari kita rawat rumah besar ini dengan toleransi, gotong royong dan persaudaraan. Perbedaan jangan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun Indonesia,” pungkas Sudjatmiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *