DIALEKTIKA KUNINGAN — KDM datang membawa pesan yang cukup tegas pada momentum Hari Jadi ke-528 Kuningan: pembangunan boleh melesat mengikuti zaman, tetapi Ciremai, budaya, lingkungan, dan ekonomi masyarakat lokal jangan sampai tertinggal.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi salah satu sorotan utama pada Sidang Paripurna Hari Jadi ke-528 Kuningan, Selasa, 1 September 2026, dengan membawa pesan agar pembangunan daerah tidak sekadar mengejar kecepatan, tetapi juga kualitas lingkungan, tata ruang dan kesejahteraan masyarakat.
Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan, pembangunan Kuningan harus tetap memiliki karakter, terutama ketika daerah mulai mendorong infrastruktur, pariwisata dan pengembangan ekonomi lokal agar lebih kompetitif.
Salah satu perhatian KDM tertuju pada pembangunan jalan yang menurutnya tidak cukup hanya berakhir pada pengaspalan, tetapi harus dibarengi drainase, penerangan jalan umum, CCTV hingga kebersihan kawasan.
“Pengembangan wisata jangan merusak Ciremai,” tegas KDM, mengingat Gunung Ciremai merupakan salah satu modal penting Kuningan untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Pesan tersebut disampaikan KDM saat menghadiri Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kuningan dalam rangka Hari Jadi ke-528 Kuningan Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Sekretariat DPRD Kabupaten Kuningan.
KDM juga mendorong agar pengembangan potensi ekonomi masyarakat tidak berhenti pada produksi, tetapi masuk ke tahap inovasi, branding dan penguatan kemasan supaya produk lokal memiliki nilai jual lebih tinggi.
Kopi, peuyeum dan jeniper menjadi sejumlah produk khas Kuningan yang menurutnya bisa dikembangkan dengan identitas yang lebih kuat sehingga tidak hanya dikenal sebagai produk lokal, tetapi mampu memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Gubernur Jawa Barat itu juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas jalan kabupaten melalui skema kolaborasi pembiayaan antara pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurut KDM, pembangunan infrastruktur harus benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal hingga pelosok desa.
KDM Dorong Model Ekonomi Lokal Khas Kuningan
Perhatian KDM tidak hanya tertuju pada proyek fisik, tetapi juga bagaimana ekonomi masyarakat bisa bergerak dari potensi yang sudah dimiliki setiap wilayah.
Ia mendorong lahirnya konsep “Warung Kuningan” yang dapat menjadi identitas ekonomi lokal sekaligus ruang pemasaran berbagai produk masyarakat.
Gagasan tersebut dinilai bisa menjadi salah satu cara mempertemukan produk lokal dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
KDM juga mengusulkan pengembangan desa wisata berbasis homestay dan aktivitas warga, sehingga wisatawan tidak hanya datang melihat destinasi, tetapi ikut merasakan kehidupan masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi secara langsung.
Pesan KDM itu sejalan dengan semangat Hari Jadi ke-528 Kuningan yang mengusung tema “Melesat, Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”.
Tema tersebut menempatkan percepatan pembangunan dan kemampuan mengikuti perubahan zaman dalam satu tarikan napas dengan sejarah, budaya, kearifan lokal serta nilai-nilai masyarakat Kuningan.
Tradisi Delman Tetap Dipertahankan
Salah satu gambaran kuat mengenai upaya menjaga identitas daerah terlihat dari tradisi naik delman pada momentum Hari Jadi Kuningan.
Para pejabat daerah, termasuk bupati bersama unsur Forkopimda, menaiki delman hias dari Pendopo Kabupaten Kuningan menuju Gedung DPRD untuk menghadiri Sidang Paripurna Hari Jadi Kuningan.
Tradisi tersebut bukan hanya agenda seremonial, tetapi menjadi simbol upaya mempertahankan budaya dan kearifan lokal di tengah perubahan zaman.
Momentum Hari Jadi ke-528 pun menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan sejarah Kuningan sekaligus menyusun arah pembangunan yang tetap berpijak pada identitas daerah.
Bupati: Jangan Sampai Kuningan Kehilangan Akar
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan tema Hari Jadi ke-528 menjadi gambaran arah pembangunan Kuningan yang ingin bergerak cepat tanpa meninggalkan sejarah dan jati diri daerah.
“Setinggi apa pun kita terbang melesat menggapai masa depan, akar sejarah, jati diri, kearifan lokal, serta nilai-nilai agamis dan keasrian tradisi Sunda Kuningan harus tetap menancap kokoh di dalam dada,” kata Dian.
Sejumlah capaian pembangunan sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 juga dipaparkan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, investasi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM hingga pengembangan pariwisata.
Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy turut menekankan pentingnya kolaborasi antara eksekutif, legislatif, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk memperkuat pembangunan daerah.
“Semoga hari jadi ini menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi, memperkuat kolaborasi dari semua aspek penyelenggara Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan guna mewujudkan Kabupaten Kuningan yang maju, lestari, agamis, dan tangguh,” ujarnya.
Diaspora Kuningan Bicara Ekonomi Digital
Tokoh asal Kuningan yang juga Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan ikut memberikan perspektif mengenai potensi ekonomi daerah dari sisi diaspora dan pengembangan sumber daya manusia.
Ia mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengejar status sebagai pencari kerja, tetapi mulai berani menciptakan lapangan kerja dengan memanfaatkan potensi lokal melalui digitalisasi, hilirisasi dan penguatan branding.
Menurutnya, Kuningan memiliki modal besar berupa kondisi geografis, kesuburan tanah, sumber daya alam, budaya, pariwisata dan sumber daya manusia.
Kopi, produk pertanian, hortikultura hingga produk kulit dan sepatu dinilai memiliki peluang menembus pasar nasional bahkan global apabila dikelola dengan kemasan, branding dan pemasaran yang lebih profesional.
“Belajar digitalisasi, belajar information technology, eksplorasi berbagai macam keunggulan lokal, jual di pasar global. Agar Kuningan melesat menjadi raksasa ekonomi, menjadi raksasa industri,” pesannya.
Penghargaan untuk Warga Pinunjul
Rangkaian Hari Jadi ke-528 juga menjadi momentum pemberian penghargaan kepada putra-putri Kuningan yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
Apresiasi diberikan kepada atlet, pelajar, santri, desa berprestasi hingga masyarakat yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Penghargaan khusus juga diberikan kepada masyarakat Pinunjul yang terdiri dari petani, guru ngaji, pedagang, buruh dan marbot melalui gagasan Waroenk Rakyat.
Khusus bagi marbot penerima penghargaan, Pemerintah Kabupaten Kuningan menyiapkan rencana pemberangkatan ibadah umrah.
Tokoh asal Kuningan Andi Gani Nena Wea juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Pinunjul Kabupaten Kuningan atas perhatian dan kontribusinya terhadap investasi serta kemajuan ekonomi daerah.
Bupati Dian menegaskan penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang telah ikut memberikan kontribusi bagi perjalanan Kuningan.
KDM: Selamat Hari Jadi ke-528 Kuningan
Menutup rangkaian pesannya, KDM mengajak masyarakat Kuningan, khususnya generasi muda, untuk berani mengubah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi baru.
Ia berharap pembangunan Kuningan bergerak bersama, dengan pemerintah, masyarakat dan generasi muda mengambil peran masing-masing tanpa meninggalkan karakter daerah.
KDM juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan sekaligus menitipkan harapan agar daerah ini semakin maju, sejahtera dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Wilujeng milangkala. Mudah-mudahan Kabupaten Kuningan sing subur, makmur, gemah ripah, repeh rapih. Hatur nuhun ka sadayana masyarakat Kuningan.”
Pesan KDM pada akhirnya sederhana: Kuningan boleh melesat, tetapi Ciremai harus tetap terjaga, produk lokal harus naik kelas, dan pembangunan harus kembali kepada kepentingan masyarakat.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.







