DIALEKTIKA KUNINGAN — Persib Bandung kembali memperluas identitas klub di luar lapangan lewat kolaborasi baru dengan Weekend Offender, label streetwear asal Inggris yang dikenal dekat dengan kultur tribun sepak bola.
Kerja sama ini melahirkan koleksi eksklusif yang memadukan identitas visual Persib dengan gaya khas Weekend Offender, brand yang selama ini lekat dengan kultur suporter di Eropa.
Kolaborasi tersebut hadir melalui program KolaboraSIB, inisiatif kreatif dari PERSIB Store yang selama beberapa musim terakhir menjadi ruang pertemuan antara klub dan berbagai pelaku industri kreatif.
Lewat program ini, merchandise Persib tidak lagi berhenti sebagai atribut pertandingan, tetapi mulai diarahkan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Sebelumnya, KolaboraSIB juga sudah mempertemukan Persib dengan sejumlah nama dari Bandung, mulai dari Koil, Cosmic, hingga seniman visual Dendy Darman.
Deretan kolaborasi itu memperlihatkan bagaimana klub mencoba menjaga hubungan dengan ekosistem kreatif kota asalnya.
Vice President Marketing PT PT Persib Bandung Bermartabat, Budi Ulia, mengatakan kerja sama dengan Weekend Offender memang sudah masuk target musim ini.
Menurut dia, Persib ingin menghadirkan produk yang tetap kuat membawa identitas klub, tetapi bisa dipakai lebih luas di luar konteks stadion.
Nilai yang dibawa Weekend Offender dianggap sejalan dengan karakter Bobotoh yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari citra Persib.
Brand asal Inggris itu dikenal tumbuh dari kultur supporter football casuals, sesuatu yang dinilai punya irisan dengan budaya tribun di Bandung.
Kolaborasi ini juga dibaca sebagai pertemuan dua identitas: kultur sepak bola global dan karakter lokal Kota Bandung.
Bandung sendiri selama puluhan tahun dikenal sebagai kota dengan basis suporter yang kuat, loyal, dan ekspresif, sehingga pendekatan streetwear dianggap punya kedekatan alami.
Dalam prosesnya, tim Persib dan Weekend Offender disebut terlibat langsung sejak tahap konsep hingga detail akhir produk.
Mulai dari desain, pemilihan bahan, sampai elemen kecil dalam produk dibahas bersama agar tetap menjaga ciri dua pihak.
Koleksi yang dirilis terdiri dari empat artikel utama: tiga desain kaus dan satu desain jersey kolaborasi.
Setiap item tersedia dalam dua pilihan warna dengan pendekatan visual yang menggabungkan identitas Persib dan nuansa streetwear khas Inggris.
Salah satu detail yang menonjol adalah penggunaan kode telepon legendaris Bandung, 022, yang ditempatkan sebagai simbol keterikatan klub dengan kota asalnya.
Selain itu, produk juga dilengkapi detail signature seperti sleeve badge, twill label, dan signature card untuk menjaga karakter eksklusif.
Jumlah produksinya dibuat terbatas.
Untuk kaus disiapkan 3.000 pieces, sementara jersey hanya 600 pieces.
Seluruh koleksi resmi dijual melalui Persib Store, baik di toko fisik maupun platform daring resmi.
Harga yang dipasang Rp495.000 untuk t-shirt dan Rp799.000 untuk jersey.
Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menilai kolaborasi ini menunjukkan arah baru perkembangan Persib sebagai brand.
Menurut dia, klub kini tidak hanya bergerak di sepak bola, tetapi mulai punya posisi di industri lifestyle dan kreatif.
Ke depan, KolaboraSIB disebut masih akan membuka peluang kerja sama dengan brand lokal maupun global lain agar identitas Bandung tetap ikut bergerak bersama nama Persib.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






