DIALEKTIKA KUNINGAN — Persib Bandung harus menerima kenyataan berbagi angka setelah ditahan Arema FC tanpa gol pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026, Jumat (24/4/2026) malam.
Laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) itu memperlihatkan dominasi tuan rumah, tetapi efektivitas justru menjadi pembeda yang tak berpihak pada Persib.
Tambahan satu poin menjaga Persib di puncak Klasemen Liga 1 dengan 66 poin, meski jaraknya kini hanya tiga angka dari Borneo FC di peringkat kedua.
Arema FC sendiri tetap berada di posisi ke-10 dengan 39 poin, membawa pulang hasil yang cukup berarti dari Bandung.
Persib tampil menguasai permainan dengan penguasaan bola di kisaran 64 hingga 65 persen sepanjang pertandingan.
Tekanan demi tekanan dibangun melalui berbagai skema serangan, yang berujung pada belasan percobaan ke arah gawang.
Namun, di titik inilah peran kiper Arema, Lucas Frigeri, menjadi sorotan.
Frigeri tampil sigap di bawah mistar, berulang kali mematahkan peluang matang Persib yang seharusnya bisa berbuah gol.
Sejumlah penyelamatan krusialnya, terutama dari tembakan jarak dekat, membuat gawang Arema tetap steril hingga laga usai.
Di tengah dominasi Persib yang mencatatkan hingga 21 tembakan dengan 12 tepat sasaran, Frigeri menjadi benteng terakhir yang sulit ditembus.
Sebaliknya, Arema bermain lebih menunggu dengan jumlah peluang yang terbatas, hanya beberapa kali mencoba menekan balik.
Meski demikian, pendekatan tersebut cukup efektif karena lini pertahanan tampil disiplin dan tidak memberi banyak ruang.
Tidak ada gol yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang, mengakhiri laga dengan skor kacamata.
Hasil ini membuat situasi di papan atas Klasemen Liga 1 2025-2026 semakin rapat menjelang fase akhir musim.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui timnya memiliki cukup peluang untuk mengunci kemenangan di kandang.
Namun ia juga menilai performa penjaga gawang Arema menjadi faktor utama yang menggagalkan upaya tersebut.
Menurut Hodak, penyelesaian akhir timnya belum maksimal, sementara Frigeri tampil dalam performa terbaiknya.
Ia bahkan menyebut kiper Arema sebagai pemain paling menentukan dalam pertandingan ini.
Di sisi lain, Hodak menyoroti organisasi pertahanan Arema yang berjalan rapi dan konsisten sepanjang laga.
Hasil imbang ini memang belum menggoyahkan posisi Persib di puncak Klasemen Liga 1, tetapi selisih poin yang menipis membuat persaingan menuju gelar semakin terbuka.
Persib kini dihadapkan pada tekanan yang lebih besar untuk menjaga konsistensi pada laga-laga berikutnya.
Fokus pun diarahkan ke pertandingan selanjutnya, dengan kebutuhan untuk kembali menemukan ketajaman di lini depan.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






