DIALEKTIKA KUNINGAN — Gedung Rektorat Universitas Kuningan (Uniku) hari ini mendadak riuh dengan aura kompetisi yang cukup ketat.
Senin, 16 Maret 2026, sebanyak 10 mahasiswa pilihan berkumpul di Ruang Rapat Lantai 2 untuk mengikuti seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres).
Mereka bukan orang sembarangan, melainkan hasil saringan ketat dari lima fakultas yang ada di lingkungan Uniku.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Rektor III Uniku, Prof. Agus Yadi Ismail, M.Si., menyebut ajang ini merupakan tindak lanjut dari arahan LLDIKTI Wilayah IV.
“Ada sepuluh mahasiswa yang lolos dari fakultas masing-masing untuk bertarung di tingkat universitas,” lapor Agus saat pembukaan acara.
Tantangan yang dihadapi para peserta pun tidak main-main karena mereka harus menguasai tiga lini penilaian sekaligus.
Mulai dari adu gagasan kreatif lewat karya ilmiah, kemampuan bicara dalam bahasa Inggris, hingga pamer deretan capaian unggulan yang pernah diraih.
Agus berharap, seleksi ini benar-benar menyaring bibit terbaik yang nantinya sanggup berbicara banyak di tingkat wilayah hingga nasional.
Sementara itu, Rektor Uniku Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., yang membuka acara secara resmi, tampak puas dengan kerja keras tim panitia.
Ia mengapresiasi tiap fakultas yang berhasil mengirimkan dua wakil terbaiknya untuk diadu di level universitas ini.
Anna berpesan agar seluruh peserta tetap tenang dan percaya diri saat memaparkan kemampuan di hadapan para juri.
Menurutnya, mentalitas untuk berani tampil dan memberikan performa terbaik sudah merupakan kemenangan tersendiri bagi seorang mahasiswa.
“Jadikan ini momentum untuk tumbuh, bukan sekadar soal menang atau kalah mewakili kampus,” tuturnya memberi semangat.
Rektor perempuan ini menaruh harapan besar agar Uniku kembali melahirkan juara baru yang bisa mengharumkan nama kampus di tingkat provinsi.
Baginya, ajang Pilmapres adalah pintu masuk untuk membawa Uniku menjadi institusi yang semakin unggul dan disegani.
“Selamat berjuang, berikan presentasi terbaik untuk kampus kita tercinta,” pungkas Anna menutup arahannya.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






