Scroll untuk baca artikel
EkonomiOtomotif

105 Ribu Pikap Disiapkan untuk Koperasi Merah Putih Tahun Ini, Agrinas: Impor Mobil Demi Harga Wajar dan Efisiensi

×

105 Ribu Pikap Disiapkan untuk Koperasi Merah Putih Tahun Ini, Agrinas: Impor Mobil Demi Harga Wajar dan Efisiensi

Sebarkan artikel ini
Impor mobil sebanyak 105 ribu pikap India untuk Koperasi Merah Putih menuai polemik, Agrinas sebut demi harga murah dan efisiensi anggaran.
Impor mobil sebanyak 105 ribu pikap India untuk Koperasi Merah Putih menuai polemik, Agrinas sebut demi harga murah dan efisiensi anggaran.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Rencana impor mobil sebanyak 105 ribu pikap dari India untuk operasional Koperasi Merah Putih memantik perdebatan.

Di satu sisi disebut lebih murah dan sesuai kebutuhan, di sisi lain kebijakan ini dinilai berisiko menggerus ekonomi nasional hingga puluhan triliun rupiah serta mengancam tenaga kerja di industri otomotif dalam negeri.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut Keputusan impor mobil itu diambil setelah mempertimbangkan harga, spesifikasi kendaraan, dan efisiensi penggunaan anggaran negara.

Menurutnya, produksi pikap lokal saat ini hanya sekitar 70 ribu unit per tahun. Jika seluruh kebutuhan diserap dari dalam negeri, dikhawatirkan bisa mengganggu pasokan untuk sektor lain, termasuk logistik.

Ia mengatakan pembukaan opsi impor mobil justru untuk menjaga keseimbangan pasar sekaligus menghadirkan pilihan dengan harga yang dianggap lebih wajar.

Joao mengklaim pikap asal India yang didatangkan memiliki spesifikasi kompetitif dengan banderol sekitar setengah dari harga kompetitor di pasar domestik.

Ia juga menyinggung minimnya alternatif bagi konsumen selama ini, yang membuat harga kendaraan tertentu dinilai belum tentu sebanding dengan nilai yang diterima pembeli.

Menurutnya, konsep harga wajar atau fair price penting agar dana yang dibelanjakan benar-benar sepadan dengan kualitas barang yang diperoleh.

Terkait pembiayaan, Joao menjelaskan anggaran diambil dari alokasi pembangunan koperasi desa/kelurahan sebesar Rp3 miliar per unit.

Dalam skema itu, setiap koperasi disebut akan mendapatkan satu gedung lengkap dengan satu truk, satu pikap, serta dua sepeda motor untuk menunjang operasional.

Ia menegaskan efisiensi harga menjadi kunci agar seluruh kebutuhan tersebut bisa terpenuhi tanpa membebani anggaran.

Joao menyebut kendaraan yang sudah tiba di Indonesia hingga akhir bulan ini mencapai sekitar 1.000 unit. Targetnya, seluruh 105 ribu unit rampung masuk sebelum akhir tahun.

Ia juga memastikan kebijakan impor ini diketahui pihak Istana karena terkait program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, menurutnya, Danantara sebagai pihak penyedia pendanaan juga mengetahui proses pengadaan tersebut.

Joao membantah tudingan mengabaikan produk dalam negeri. Ia menyatakan Agrinas telah lebih dulu menyerap stok kendaraan lokal, termasuk truk roda enam yang disebut sudah habis di pasaran.

Sementara itu, dari pihak produsen, Mahindra & Mahindra Ltd. melalui CEO Divisi Otomotifnya, Nalinikanth Gollagunta, menyatakan kemitraan ini akan memperkuat sistem logistik yang menghubungkan petani ke pasar secara lebih efisien.

Ia menyebut pikap Mahindra dirancang untuk bekerja di medan berat dengan biaya operasional rendah, sekaligus mendongkrak ekspansi internasional perusahaan.

Unit yang dipasok diproduksi di Pabrik Nashik, India. Model Scorpio pickup diklaim memiliki daya tahan tinggi, kapasitas angkut mumpuni, serta efisiensi biaya.

Kendaraan tersebut disebut disiapkan untuk menjangkau jalan desa hingga area pertanian yang sulit diakses, sekaligus memperkuat rantai distribusi koperasi dari lahan ke pasar.

Dengan skema itu, mobil niaga asal India ini diharapkan memperlancar agregasi hasil pertanian tahap awal hingga distribusi antar desa dalam jaringan koperasi.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *