Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

32 Petani Muda Ikuti Magang Usaha Tani, Siap Bangun Pertanian Inovatif Kuningan

×

32 Petani Muda Ikuti Magang Usaha Tani, Siap Bangun Pertanian Inovatif Kuningan

Sebarkan artikel ini
32 petani muda Kuningan mengikuti Program Magang Usaha Tani bagi Regenerasi Petani, bertempat di P4S Lembah Kemuning, Kelurahan Cigugur.
32 petani muda Kuningan mengikuti Program Magang Usaha Tani bagi Regenerasi Petani, bertempat di P4S Lembah Kemuning, Kelurahan Cigugur.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Sebanyak 32 peserta dari 13 kecamatan di Kabupaten Kuningan mengikuti Program Magang Usaha Tani bagi Regenerasi Petani, berlangsung 6 November–31 Desember 2025 di P4S Lembah Kemuning, Kelurahan Cigugur.

Program ini digagas Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Diskatan Kuningan untuk memperkuat regenerasi petani muda, membangun kemandirian usaha tani, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan agribisnis.

Selama 45 hari, peserta mendapat teori dan praktik lapangan mulai dari analisis tanah, pembuatan pupuk kompos, pengendalian hama alami, hingga pengelolaan lahan pertanian sehat.

Fatwa Agung, salah satu peserta, mengaku banyak mendapat pengalaman baru dalam beberapa hari pertama magang.

“Baru 5 hari di sini, kami belajar uji tanah, membuat kompos cair, dan memanfaatkan kohe sapi. Semua membuka wawasan baru,” ujar Fatwa, Selasa 11 November 2025.

Baca Juga:  Mobil Niaga Andalan Suzuki New Carry 2026, Bak Makin Lebar Bikin Bisnis Makin Melimpah! Harganya Rp170 Jutaan

Owner P4S Lembah Kemuning, Dani, mengatakan pelatihan terintegrasi dengan peternakan sapi perah yang dijadikan sumber pupuk organik.

“Kami punya 25 sapi perah. Peserta belajar memanfaatkan kohe untuk pupuk dan menyiapkan lahan organik cabai, selada air, dan sayuran lain,” jelasnya.

Instruktur Wahyudi menampilkan alat analisis tanah rancangannya sendiri, yang bisa menunjukkan kesuburan tanah dengan menghantarkan listrik hingga menyalakan bola lampu.

Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, berharap program ini mencetak generasi petani inovatif dan tangguh secara ekonomi.

“Regenerasi petani bukan hanya mengganti yang tua dengan yang muda, tapi menciptakan generasi kreatif, berpengetahuan, dan mandiri. Magang ini langkah nyata menuju pertanian masa depan yang berkelanjutan,” pungkasnya.***

Baca Juga:  Cek Gaji Kamu! Ini Daftar Lengkap UMK Jawa Barat 2026: Bekasi Tertinggi, Pangandaran Terendah

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *