Jumlah TPS di Kuningan untuk Pilkada 2024 Berubah tak Seperti Pemilu dan Pilpres Kemarin

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kuningan, menemukan 7.148 lembar surat suara Pemilu 2024 tidak layak, lalu meminta KPU menggantinya
Foto ilustrasi kotak suara pemilihan umum (pemilu).*

DIALEKTIKA — Terjadi perubahan jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada 2024) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan yang mana telah menetapkan jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) sebanyak 1.926 titik.

Jumlah tersebut lebih sedikit dari 3.566 titik disbanding jumlah TPS sewaktu penyelenggaraan Pemilihan Presiden dan Legislatif pada Pemilu 2024 kemarin.

Diterangkan Komisoner KPU Kabupaten Kuningan Aof Ahmad Musyafa, Sabtu 15 Juni 2024, jumlah TPS tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Edaran KPU RI yang mendasarkan pemetaan TPS menggunakan prinsip efektif dan efisien dengan mempertimbangkan detail letak geografis dan jarak tempuh setiap TPS. Menurut Aof, Surat Edaran tersebut menetapkan kuota per TPS sebanyak 600 orang.

“Berbeda dengan saat Pilpres kemarin, aturan KPU menetapkan kuota per TPS hanya 300 orang, sehingga jumlah TPS mencapai 3.566 titik. Namun, untuk Pilkada nanti, aturan KPU berubah lagi dengan menetapkan kuota maksimal 600 orang, sehingga jumlah TPS nanti sebanyak 1.926 unit,” katanya.

Aof mengatakan bahwa data pemilih akan diperbarui dalam waktu dekat tentang jumlah DPT Pilkada Kuningan 2024. Namun, dia mengatakan bahwa Kementrian Dalam Negeri telah memberikan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) sebanyak 896.353 orang, terdiri dari 444.833 perempuan dan 451.520 pria.

“Kami akan membentuk Petugas Pemuktahiran Data Pemilu, atau PPDP, dalam waktu dekat, berdasarkan pemetaan TPS dan jumlah DP4 tersebut. Pendaftaran dimulai pada tanggal 13 hingga 17 Juni 2022,” tukasnya.

Dinyatakannya pula, KPU Kabupaten Kuningan telah menetapkan PPDP sebanyak 3.551 anggota untuk Pilkada serentak yang akan datang, yang akan dimulai pada tanggal 24 Juni hingga 24 Juli 2024. Pada tanggal tersebut, PDPP akan mencocokkan dan menyelidiki data pemilih alias Coklit.

Aof menyatakan bahwa tahap pemutakhiran data akan berlangsung selama satu bulan, dari tanggal 24 Juni hingga 24 Juli 2024. Dia meminta masyarakat Kabupaten Kuningan untuk berpartisipasi dalam proses Coklit nanti dengan memberikan data yang akurat dan lengkap.***

Baca juga berita-berita menarik Dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *