DIALEKTIKA — Ajang Jaka Rara Kota Cirebon kini tak cuma soal busana dan wisata, tapi resmi melebarkan sayap ke urusan dompet warga lewat pembekalan literasi keuangan hingga tingkat kelurahan.
Peran pasanggiri Jaka Rara Kota Cirebon resmi bertambah dan tidak lagi sebatas mempromosikan pesona budaya atau sektor pariwisata daerah.
Lewat wadah Jaka Rara Financial Academy, para pemuda ini dibina intensif oleh OJK Cirebon bareng Pemkot Cirebon agar siap mengedukasi warga soal keuangan.
Dari Panggung Budaya ke Tengah Warga
Gelar Duta Literasi Keuangan yang disematkan ke para finalis bukan sekadar pajangan di selempang atau pemanis seremonial belaka.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, mereka wajib melahap materi perencanaan uang, pemanfaatan jasa keuangan, sampai urusan perlindungan konsumen.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa kelas pembekalan ini disiapkan agar pengetahuan keuangan anak-anak muda ini benar-benar berdampak nyata di masyarakat.
“Kami ingin literasi keuangan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda yang cakap keuangan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Agus pada Sabtu, 19 September 2026.
Posisi Jaka Rara yang dekat dengan kalangan muda dan lihai berkomunikasi dimaksimalkan betul sebagai ujung tombak penyampaian informasi.
Para finalis pun tidak cuma mendengarkan paparan teori di dalam ruangan, tapi langsung disebar ke kelurahan-kelurahan untuk praktik mengedukasi warga.
“Melalui Jaka Rara Financial Academy, para finalis mendapatkan pembekalan sekaligus pengalaman untuk langsung turun ke masyarakat dan memberikan edukasi literasi keuangan di masing-masing kelurahan,” terang Agus.
Tidak Berhenti di Ruang Pelatihan
Sebelum menyapa warga di lingkungan kelurahan, seluruh finalis Jaka Rara Kota Cirebon 2026 wajib menuntaskan agenda Jaka Rara Financial Academy.
Pelatihan tersebut membedah isu-isu krusial di sektor jasa keuangan yang paling sering ditemui dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Usai mengantongi pembekalan, para peserta membawa bekal teori itu keluar kelas untuk diuji langsung di hadapan warga lokal.
Pengalaman lapangan ini otomatis melatih kepekaan mereka dalam memahami problem finansial warga sekaligus menyesuaikan gaya bicaranya.
Topik yang dibawa tergolong sangat membumi, mulai dari cara menyusun anggaran rumah tangga, mengatur pendapatan, hingga kewaspadaan terhadap hak-hak konsumen.
Agus optimistis gaya penyampaian pemuda yang santai dan lugas bikin materi keuangan yang terkesan rumit jadi jauh lebih gampang dicerna.
“Ke depan, kami ingin setiap calon Jaka Rara memiliki bekal literasi keuangan yang kuat,” tambah Agus.
Dua Peran Sekaligus
Inovasi ini berhasil mengawinkan dua fungsi strategis sekaligus, yakni menjaga marwah pelestari budaya sembari memperluas jangkuan edukasi finansial.
Jaka Rara diposisikan sebagai jembatan informasi yang membumikan istilah-istilah perbankan dan jasa keuangan ke dalam bahasa sehari-hari.
Fokus edukasinya menyasar hal-hal mendasar seperti pola pembagian uang belanja, pengelolaan tabungan, hingga menjaga ritme kesehatan finansial keluarga.
Model pendekatan berbasis komunitas pemuda ini terbukti efektif memangkas jarak psikologis antara lembaga keuangan dan masyarakat awam.
OJK Dorong Program Tak Berhenti pada 2026
OJK Cirebon bersama Pemkot Cirebon berkomitmen agar agenda Jaka Rara Financial Academy tidak berhenti sebagai proyek satu musim di tahun 2026 saja.
Kerangka program ini sedang disiapkan agar punya payung hukum resmi dari Pemkot Cirebon sebagai kurikulum wajib pembinaan Jaka Rara di tahun-tahun mendatang.
Keberlanjutan sistem ini penting demi memastikan tiap angkatan Jaka Rara memiliki standar pemahaman finansial yang merata sebelum bertugas.
Setelah mengantongi sertifikasi pelatihan, pergerakan mereka mengedukasi warga di tingkat kelurahan bisa terus dijaga secara berkala.
Alur pembinaannya dirancang teratur, mulai dari penguatan materi di akademi, pengasahan kapasitas, aksi nyata di lapangan, hingga keberlanjutan peran sebagai duta.
Muftikha dan Ari Putra Raih Duta Literasi Keuangan Terbaik
Pengukuhan Duta Literasi Keuangan 2026 ini digelar bertepatan dengan malam puncaknya Grand Final Jaka Rara Kota Cirebon.
Dua finalis berhasil menyabet predikat Duta Literasi Keuangan Terbaik 2026, yaitu Muftikha asal Kelurahan Sunyaragi dan Ari Putra Hardigaluh dari Kelurahan Pekiringan.
Penilaian ini didasarkan pada keaktifan peserta, penguasaan materi, kemampuan komunikasi publik, serta seberapa sering mereka menggelar edukasi di kelurahan.
Acara ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Cirebon Noviyanti Edo, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya, Ketua Srikandi Indonesia Berkarya Rere, serta jajaran Forkopimda Kota Cirebon.
Menjaga Budaya, Mengedukasi Warga
Sinergi OJK Cirebon dan Pemkot Cirebon lewat akademi ini diproyeksikan jadi percontohan nasional dalam mengaitkan ajang Duta Daerah dengan literasi keuangan.
Goal utamanya bukan cuma mencetak figur duta di atas panggung, tapi melahirkan figur muda yang melek finansial dan mau berbagi ilmu ke tetangga sekitarnya.
Jika legalitas pendelegasiannya diperkuat Pemkot Cirebon, program Jaka Rara Financial Academy bakal otomatis menjadi fondasi wajib pembekalan di masa depan.
Arahnya jelas: Jaka Rara tetap anggun membawa identitas budaya dan pariwisata Kota Cirebon, namun kini makin berdaya dengan bekal cerdas mengelola keuangan.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.












