DIALEKTIKA KUNINGAN — Bagi Persib Bandung, ASEAN Club Championship 2026/2027 bukan sekadar turnamen antarklub Asia Tenggara. Kompetisi ini menjadi panggung untuk membawa nama Bandung, Jawa Barat, dan jutaan Bobotoh yang selama ini setia berdiri di belakang lambang Maung Bandung.
Persib Bandung bersiap menandai babak baru perjalanan mereka di level internasional. Keikutsertaan pada ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027 menjadi kesempatan bagi Maung Bandung untuk menguji kapasitas sekaligus menunjukkan daya saingnya menghadapi klub-klub terbaik Asia Tenggara.
Pelatih Persib, Igor Tolic, menyambut antusias kehadiran timnya pada kompetisi tersebut. Baginya, tampil di ACC bukan hanya soal hasil pertandingan, melainkan membawa identitas dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat ke panggung regional.
Menurut Tolic, setiap pertandingan yang dijalani Persib nantinya akan membawa harapan besar dari jutaan Bobotoh yang selama ini memberikan dukungan tanpa henti.
“Kami akan mewakili kota kami, masyarakat kami, dan jutaan Bobotoh yang berdiri di belakang lambang ini dengan penuh kebanggaan dan semangat. Setiap kali melangkah ke lapangan, kami membawa harapan mereka dan kami memiliki tanggung jawab untuk bisa membuat mereka bangga,” kata Tolic, Kamis, 11 Juni 2026.
Pelatih asal Kroasia itu menegaskan seluruh elemen tim memiliki tujuan yang sama. Mulai dari pemain, staf pelatih hingga manajemen, semuanya berkomitmen memberikan kemampuan terbaik demi menjaga nama besar Persib.
Dedikasi tersebut, kata dia, tidak hanya ditunjukkan saat pertandingan berlangsung. Proses itu dimulai sejak sesi latihan, persiapan taktik, hingga kerja keras yang dilakukan setiap hari.
Igor Tolic juga meyakini dukungan Bobotoh akan menjadi salah satu kekuatan terbesar Persib sepanjang kompetisi. Hubungan emosional antara tim dan suporter dinilai mampu menghadirkan energi tambahan ketika menghadapi tekanan pertandingan besar.
“Bersama-sama dengan para pemain, pelatih, staf, manajemen, dan Bobotoh, kami akan menghadapi tantangan ini dengan kerendahan hati, keberanian, serta semangat yang mewakili kebanggaan Bandung,” ujarnya.
Persib sendiri tergabung di Grup B ACC 2026/2027 bersama sejumlah tim kuat dari kawasan Asia Tenggara. Persaingan dipastikan tidak akan mudah sejak fase grup.
Lawan yang akan dihadapi Maung Bandung antara lain Port FC dari Thailand, Johor Darul Ta’zim dari Malaysia, Lion City Sailors asal Singapura, Cong An Ha Noi FC dari Vietnam, serta PKR Svay Rieng FC dari Kamboja.
Satu peserta lain masih menunggu hasil play-off antara Ezra FC dari Laos dan Shan United dari Myanmar. Pemenang laga tersebut akan melengkapi daftar penghuni Grup B.
Bagi Tolic, kompetisi ini menghadirkan tantangan berbeda karena menjadi pengalaman pertama Persib tampil di ACC. Musim sebelumnya, Persib tidak ambil bagian pada ajang tersebut.
“Ini merupakan kompetisi baru bagi kami yang nantinya mempertemukan tim-tim terkuat dari Asia Tenggara. Kami senang bisa bersaing di level tinggi dan berada di panggung besar ini,” tuturnya.
Meski optimistis, Tolic menyadari perjalanan Persib tidak akan mudah. Ia menilai setiap pertandingan akan menjadi ujian penting karena lawan-lawan yang dihadapi merupakan klub dengan kualitas dan pengalaman internasional yang kuat.
Karena itu, Persib akan berupaya memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki untuk meraih hasil terbaik. Persiapan matang dan kerja keras disebut menjadi kunci agar tim mampu bersaing sepanjang turnamen.
“Kami tahu kekuatan kami. Tetapi kami juga tahu hal-hal yang masih perlu kami tingkatkan karena segala sesuatunya akan terlihat jelas saat tampil melawan tim-tim terbaik. Kami harus tetap membumi, mencoba belajar dan berkembang pada musim pertama ini,” kata Tolic.
ACC 2026/2027 menjadi ujian sekaligus peluang bagi Persib untuk mengukur kemampuan di level regional. Bukan hanya mengejar hasil, kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi Maung Bandung untuk memperluas kiprah dan memperkuat reputasi mereka di kancah sepak bola Asia Tenggara.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






