DIALEKTIKA KUNINGAN — Bongkar pasang skuad ekstrem sampai datangkan 25 wajah baru, Bojan Hodak blak-blakan sebut trofi three-peat Persib musim ini diraih lewat jalur paling melelahkan.
Pesta juara musim ini terasa sangat berbeda bagi seluruh elemen Persib Bandung. Bukan cuma karena keberhasilan mereka mencetak sejarah three-peat, tapi karena Maung Bandung dipaksa membangun ulang fondasi tim dengan puluhan pilar baru di tengah kompetisi yang makin sengit.
Nakhoda Persib, Bojan Hodak, bahkan tanpa ragu menyebut kalau perjalanan anak asuhnya sepanjang musim ini terasa jauh lebih menguras energi dan pikiran ketimbang edisi sebelumnya. Badai perombakan pemain di dalam tubuh tim diakui menjadi salah satu ujian paling berat yang sempat membuat langkah mereka terseok-seok.
Menurut juru taktik asal Kroasia itu, keputusan merombak total komposisi skuad menjelang bergulirnya musim 2025/2026 membuat tim kepelatihan harus bekerja ekstra keras. Akibatnya, tim membutuhkan waktu yang relatif lebih panjang hanya untuk sekadar menyatukan visi dan membangun kekompakan di atas lapangan.
“Musim ini jelas menjadi yang paling sulit kalau dibanding tahun lalu, karena kami melakukan perubahan yang cukup masif di dalam skuad,” ujar Bojan mengawali ceritanya.
Ia membeberkan bahwa manajemen mendatangkan sekitar 25 pemain anyar untuk musim ini, sebuah situasi yang sangat kontras dengan kondisi dua tahun ke belakang di mana kerangka utama tim relatif stabil dan tidak banyak diusik.
“Bayangkan saja ada 25 pemain baru yang masuk. Sementara di dua musim sebelumnya, pada dasarnya kami bertarung dengan fondasi dan komposisi tim yang sama,” tuturnya menambahkan.
Di luar urusan strategi, Bojan juga tidak menampik kalau ada sedikit campur tangan dewi fortuna yang ikut memayungi langkah Pangeran Biru hingga ke tangga juara. Namun, ia buru-buru menggarisbawahi bahwa tetesan keringat dan kerja keras seluruh pemain di tempat latihan tetap menjadi modal utama yang menjaga konsistensi tim.
“Jadi ya, mungkin saja ada banyak faktor keberuntungan yang ikut membantu kami di momen-momen krusial,” ucap Bojan blak-blakan.
Meski harus melewati rintangan yang bikin puyeng, Bojan mengaku sangat puas dan bangga dengan determinasi yang diperlihatkan anak asuhnya. Baginya, keberhasilan mengunci takhta tertinggi di tengah badai transisi pemain baru justru membuat trofi kali ini terasa jauh lebih manis dan berkesan mendalam.
Persib sendiri akhirnya sukses menutup kompetisi dengan gelar juara Super League 2025/2026, sekaligus mematri nama mereka sebagai klub Indonesia pertama yang mampu mencetak hattrick juara di era sepak bola profesional.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.







