Scroll untuk baca artikel
BeritaPersib

Kenapa PERSIB Bandung Tetap Sah Angkat Trofi Musim Ini? Persib Hattrick Juara, Bobotoh se-Jawa Barat Berpesta

×

Kenapa PERSIB Bandung Tetap Sah Angkat Trofi Musim Ini? Persib Hattrick Juara, Bobotoh se-Jawa Barat Berpesta

Sebarkan artikel ini
Skor 0-0 tak menghalangi pesta besar Persib Bandung. Saat peluit akhir berbunyi di GBLA, puluhan ribu Bobotoh langsung larut dalam selebrasi hattrick juara yang belum pernah terasa semeriah ini.
PERSIB HATTRICK JUARA!!!

DIALEKTIKA KUNINGAN — Persib Bandung menjamu Persijap Jepara di pekan terakhir BRI Super League 2025/2026. Skor tuntas 0-0, sudah cukup buat Maung Bandung jadi juara!

Laga penentu antara Persib kontra Persijap ini digelar di Stadion GBLA pada Sabtu (23/5) kemarin. GBLA seketika berubah menjadi lautan biru lantaran Bobotoh tahu tim kesayangannya tinggal selangkah lagi mengunci gelar juara.

Begitu peluit babak pertama berbunyi, armada Maung Bandung langsung mengambil inisiatif serangan. Memasuki menit keempat, Thom Haye mencoba peruntungan lewat spekulasi jarak jauh yang sayangnya masih melambung di atas mistar.

Hanya berselang semenit, jenderal lapangan tengah itu kembali mengancam gawang tim tamu. Kali ini sepakannya membentur barisan pertahanan Persijap dan hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Persib praktis menguasai jalannya pertandingan hingga 15 menit babak pertama berjalan. Namun, kubu Persijap tampil sangat disiplin menjaga area pertahanan sambil sesekali mengintip peluang lewat serangan balik cepat.

Menit ke-21, giliran Berguinho yang melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Sayang, akurasi tembakannya masih belum menemui sasaran dan melambung tinggi.

Ancaman pertama dari Laskar Kalinyamat baru lahir pada menit ke-24 lewat aksi Wahyudi. Menerima umpan sepak pojok Dicky, sundulannya masih belum mampu merobek jala tuan rumah.

Persib sejatinya mendapat peluang emas melalui sundulan Federico Barba yang berdiri bebas tanpa kawalan di tiang jauh setelah menerima umpan matang Thom Haye. Sial bagi tuan rumah, arah bola masih menyamping tipis di sisi gawang.

GBLA kembali bergemuruh saat Haye mengirim umpan lambung akurat yang langsung dikejar oleh Adam Alis. Sontekan pelan Adam Alis sayangnya masih bisa dibaca dengan baik oleh kiper Persijap, Ardiansyah.

Adam Alis kembali menguji ketangguhan lini belakang lawan pada menit ke-37 lewat sepakan terukur dari luar kotak penalti. Beruntung bagi tim tamu, Ardiansyah tampil gemilang dengan terbang menepis bola keluar.

Hingga sisa waktu babak pertama habis, tidak ada lagi peluang matang yang tercipta dari kedua tim. Skor kacamata alias 0-0 pun mengantar kedua tim ke ruang ganti.

Memasuki paruh kedua, kiper Persijap Ardiansyah lagi-lagi menjadi momok bagi lini serang Persib. Tepat di menit ke-57, ia melakukan penyelamatan krusial dengan memblok tendangan jarak dekat Andrew Jung.

Jung kembali mendapatkan ruang tembak matang di dalam kotak penalti setelah menerima sodoran manis dari Beckham Putra. Namun, upayanya lagi-lagi membentur tembok kokoh lini belakang Persijap yang tampil spartan.

Ketangguhan Ardiansyah di bawah mistar benar-benar membuat frustrasi barisan penyerang Maung Bandung hingga laga memasuki 10 menit terakhir. Skor masih belum berubah dan tensi pertandingan semakin meninggi.

Hingga peluit panjang ditiup wasit, papan skor tetap menunjukkan angka 0-0. Meski imbang, hasil ini sudah lebih dari cukup untuk mengantarkan Persib Bandung merengkuh trofi Super League 2025/26.

Tambahan satu poin ini membuat Persib menyudahi kompetisi di puncak klasemen akhir dengan koleksi 79 poin dari 34 laga. Borneo FC sebenarnya mengoleksi poin yang sama di posisi kedua, namun Persib berhak atas trofi juara karena unggul catatan head-to-head.

Sepanjang musim ini, rekor pertemuan kedua tim memang berpihak pada Pangeran Biru dengan catatan sekali imbang dan sekali menang atas Pesut Etam. Istimewanya lagi, torehan ini membuat Persib sukses mencetak sejarah hat-trick juara dalam tiga musim beruntun.

Susunan Pemain Persib vs Persijap

Persib Bandung: Teja Paku Alam; Eliano Reijnders (Saddil Ramdani 90+1′), Kakang Rudianto (Lucho 45’), Federico Barba, Patricio Matricardi; Adam Alis, Frans Putros, Thom Haye; Beckham Putra (C) (Uilliam 67′), Andrew Jung (Ramon 67′), Berguinho (Julio Cesar 79′).

Persijap Jepara: Ardiansyah; Diogo Araujo, Jose Luis, Najeeb Yakubu, Rahmat Hidayat (Buyung 69′); Borja Martinez, Carlos Franca (C), Dicky Arifin, Indra Wiguna (Rendi Saepul 38′), Wahyudi Hamisi; Iker Vallejo.

Euforia Bobotoh Persib

Gemuruh dan euforia puluhan ribu Bobotoh langsung pecah di dalam Stadion GBLA begitu laga usai. Pesta juara ini terasa kian spesial karena mereka menjadi saksi sejarah tim kebanggaannya meraih gelar juara tiga kali berturut-turut.

Sejak sore hari sebelum laga dimulai, atmosfer GBLA memang sudah terasa magis dengan nyanyian dan koreografi kreatif. Dukungan tanpa henti dari atas tribun itulah yang membakar motivasi bermain anak-anak Bandung sepanjang laga.

Sesaat setelah wasit meniup peluit panjang, tangis haru dan pelukan bahagia langsung pecah di area tribun penonton, disusul nyala flare di beberapa titik stadion. Suasana makin magis saat para pemain membaur dengan suporter di lapangan sambil menyanyikan kelayakan “Champions again Persib Bandung”.

Robby, salah satu Bobotoh asal Kota Kembang, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas konsistensi yang ditunjukkan Persib dalam tiga musim terakhir ini. Ia pun berharap manajemen segera berbenah dan menambah amunisi baru agar Maung Bandung tidak sekadar jago kandang, melainkan bisa berbicara banyak di level kompetisi Asia musim depan.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, langsung mengimbau agar para suporter tetap menjaga ketertiban saat menggelar konvoi kemenangan keliling kota. Rencananya, arak-arakan trofi juara ini akan mengambil titik start dari Gedung Sate dan berakhir di kawasan bersejarah Gedung Merdeka.

Erwan mengapresiasi perjuangan keras seluruh elemen tim yang berhasil menahan gempuran Persijap demi memastikan gelar ketiga kalinya. Ia juga mengingatkan agar euforia perayaan tahun 2026 ini tidak dicoreng oleh aksi-aksi anarkis yang merugikan fasilitas umum.

Hingga saat ini, pihak pemda dan panpel setempat sudah mematangkan skema pengamanan serta rekayasa lalu lintas di jalur konvoi agar acara berjalan kondusif. Harapan besar kini digantungkan agar momentum juara ini menjadi batu loncatan Persib untuk bersinar di kancah internasional.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *