DIALEKTIKA KUNINGAN — Bandung rupanya langsung meninggalkan kesan bagi tiga rekrutan anyar Persib. Mulai dari udara yang sejuk, keramahan warganya, hingga proses adaptasi bersama skuad Maung Bandung menjadi cerita pertama yang mereka bagikan usai resmi bergabung.
Gelandang asal Jepang, Gakuto Notsuda, resmi menjadi bagian dari Persib setelah menandatangani kontrak berdurasi satu musim dengan opsi perpanjangan satu tahun. Bersamaan dengan kepastian itu, ia juga memilih nomor punggung 17 sebagai identitas barunya bersama Maung Bandung.
Penandatanganan kontrak berlangsung di Graha PERSIB, Jalan Sulanjana Nomor 17, Kota Bandung, Senin, 13 Juli 2026. Prosesi tersebut disaksikan langsung Komisaris Utama PT PERSIB Bandung Bermartabat (PT PBB) Zaenuri Hasyim bersama Komisaris Kuswara S. Taryono.
Kota Bandung langsung memberi kesan tersendiri bagi Notsuda. Gelandang berusia 28 tahun itu mengaku cukup terkejut dengan suhu udara yang menurutnya bahkan lebih sejuk dibandingkan Jepang saat ini.
“Bandung dingin. Bahkan lebih dingin daripada Jepang saat ini,” ujar Notsuda.
Notsuda menjadi pemain Jepang terbaru yang mengenakan seragam Persib, mengikuti jejak Satoshi Otomo, Kenji Adachihara, dan Shohei Matsunaga yang lebih dulu memperkuat Maung Bandung.
Meski memilih nomor punggung 17, Notsuda menegaskan keputusan itu bukan karena ingin mengikuti jejak Matsunaga. Nomor tersebut dipilih lantaran angka favoritnya, nomor 7, sudah tidak tersedia.
“Saya sebenarnya ingin nomor 7, nomor yang sering saya pakai. Tapi nomor 17 tak jauh beda dengan 7,” kata pengagum gelandang Prancis, N’Golo Kante tersebut.
Sementara itu, penyerang anyar Balsa Sekulic mengaku menikmati hari-hari pertamanya bersama Persib. Ia mengatakan proses adaptasi berjalan lebih mudah berkat bantuan tim pelatih dan rekan-rekan setim.
“Sangat antusias bisa membela kota ini. Igor (Tolic) sudah beri tahu saya banyak hal dan besarnya harapan dari suporter. Selain itu, semua orang juga sangat baik membantu saya dalam beradaptasi saat ini,” ujar Sekulic.
Mantan striker FK Mornar Bar itu sadar ekspektasi terhadap dirinya cukup tinggi. Bermodal catatan 22 gol dari 48 pertandingan di Liga Super Montenegro, Sekulic memilih fokus bekerja keras ketimbang banyak berbicara.
“Tapi tentu, ada beberapa hal yang tidak bisa diselesaikan dengan kata-kata. Saat ini, saya berusaha fokus dan bekerja menunjukkan yang terbaik,” ucap pemain yang pernah memperkuat Timnas Montenegro pada 2022 tersebut.
Sekulic juga mengaku nyaman dengan cuaca Bandung yang menurutnya sangat bersahabat. Bahkan, ia tak merasa perlu menggunakan pendingin ruangan selama berada di Kota Kembang.
“Tidak banyak yang saya lakukan selain berlatih dan beradaptasi dengan lingkungan, termasuk dengan cuaca sini. Tapi yang pasti, saya menyukainya. Saya bahkan tidak perlu menyalakan pendingin ruangan karena cuaca di sini yang sangat bagus,” tuturnya.
Kesan positif juga datang dari winger asal Bosnia-Herzegovina, Luka Menalo. Meski baru beberapa hari berada di Bandung, ia sudah merasa nyaman dengan suasana kota dan keramahan masyarakatnya.
“Ini kota yang sangat bagus. Orang-orang di sini sangat ramah dan ada banyak tempat bagus untuk dikunjungi, untuk makan, dan untuk dinikmati. Untuk kesan pertama, ini sangat bagus,” kata Menalo.
Tak hanya suasana kota, cuaca Bandung juga menjadi hal yang paling membuatnya betah. Menurut Menalo, suhu udara di Bandung jauh lebih nyaman dibandingkan negaranya yang sedang menghadapi musim panas.
“Cuacanya sempurna. Di rumah saya sekarang sedang musim panas dan rasanya lebih panas daripada di sini. Saya sangat menikmati cuacanya. Mereka memberitahu saya kalau cuaca seperti ini berlangsung sepanjang tahun, dan ini sempurna,” ungkapnya.
Soal kuliner khas Bandung, Menalo mengaku belum banyak mencicipi makanan lokal. Namun, pemain yang biasa beroperasi di sektor sayap kiri itu mengaku siap menjelajahi berbagai sajian khas Kota Kembang.
“Ya, mungkin (akan menemukan makanan favorit). Saya belum tahu,” tutup Menalo sambil tersenyum.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






