Scroll untuk baca artikel
EkonomiKeuangan

Puncak GERAK Syariah 2026: Strategi OJK Cirebon Lindungi Dompet Emak-Emak dari Investasi Bodong

×

Puncak GERAK Syariah 2026: Strategi OJK Cirebon Lindungi Dompet Emak-Emak dari Investasi Bodong

Sebarkan artikel ini
OJK Cirebon tutup GERAK Syariah 2026 di Masjid Nurush Shobah. Edukasi emak-emak soal kelola uang dan waspada investasi bodong.
OJK Cirebon tutup GERAK Syariah 2026 di Masjid Nurush Shobah. Edukasi emak-emak soal kelola uang dan waspada investasi bodong.

DIALEKTIKA — OJK Cirebon baru saja menutup rangkaian besar GERAK Syariah 2026 dengan cara yang cukup unik, yakni menyasar akar rumput di rumah ibadah.

Masjid Nurush Shobah di Desa Karangsambung, Kabupaten Cirebon, dipilih menjadi pusat edukasi keuangan syariah pada Rabu (1/4/2026).

Langkah ini diambil untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) melalui simpul-simpul komunitas terkecil.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, hadir langsung memimpin kegiatan yang dirancang agar masyarakat makin melek transaksi syariah.

Tidak sendirian, tokoh daerah seperti Asisten Daerah I Kabupaten Cirebon hingga jajaran Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) turut meramaikan acara.

Pesertanya pun didominasi oleh ibu-ibu pengajian yang selama ini menjadi menteri keuangan di dalam rumah tangga mereka masing-masing.

OJK sengaja membidik kelompok ini karena peran mereka sangat strategis dalam menyebarluaskan pemahaman ekonomi ke lingkungan sekitar.

Dalam sesi tersebut, masyarakat dibekali cara mengelola uang yang aman sekaligus trik mengenali berbagai modus penipuan keuangan.

Mengingat modus penipuan digital makin canggih, warga diingatkan untuk hanya menggunakan layanan jasa keuangan yang sudah berizin resmi.

Agus Muntholib menegaskan bahwa pemahaman yang matang soal keuangan adalah pondasi utama agar ekonomi keluarga tetap tahan banting.

“Kami ingin masyarakat tidak cuma tahu, tapi bisa praktik langsung mengelola keuangan secara bijak,” ujarnya di hadapan para jamaah.

OJK Cirebon berharap masjid tidak hanya jadi tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat literasi ekonomi yang berkelanjutan bagi warga desa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi peringatan keras agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran investasi bodong yang sering mencatut nama agama.

Antusiasme peserta yang tinggi menjadi sinyal bahwa program jemput bola seperti ini jauh lebih efektif dibanding sekadar sosialisasi formal.

Dengan berakhirnya GERAK Syariah 2026, OJK berkomitmen untuk terus menjaga ekosistem keuangan yang inklusif dan aman bagi semua lapisan.

Target besarnya jelas, yakni mendorong kesejahteraan masyarakat Cirebon agar lebih merata dan terproteksi dari kejahatan finansial.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *