Scroll untuk baca artikel
EkonomiKeuanganPariwisata

Situ Cipanten: Jernihnya Telaga Air Biru, Inklusi Keuangan, dan Asa Tumbuhnya Perekonomian Desa Gunung Kuning

×

Situ Cipanten: Jernihnya Telaga Air Biru, Inklusi Keuangan, dan Asa Tumbuhnya Perekonomian Desa Gunung Kuning

Sebarkan artikel ini
Situ Cipanten di Desa Gunung Kuningm Majalengka, danau jernih nan tenang dengan hutan hijau dan wahana seru untuk liburan keluarga, menjadi Desa EKI program OJK Cirebon.
Situ Cipanten di Desa Gunung Kuningm Majalengka, danau jernih nan tenang dengan hutan hijau dan wahana seru untuk liburan keluarga, menjadi Desa EKI program OJK Cirebon.

DIALEKTIKA — Ketika langkah-langkah lelah membawa tubuh ke tepi telaga biru, pandangan disambut air sejernih kaca, sementara sepoi angin di pepohonan suaranya seolah membisiki kalbu akan janji ketenangan bagi siapa pun yang berkunjung ke “Situ Cipanten.”

Di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terselip sebuah danau alami yang memancarkan pesona menenangkan, yakni Situ Cipanten.

Airnya jernih bagaikan kaca, dikelilingi pepohonan rindang yang membisikkan kesejukan, lengkap dengan wahana unik seperti sepeda gantung dan perahu bebek yang menambah keceriaan para pengunjung.

Suasana teduh dan damai membuat tempat Situ Cipanten ideal untuk wisata keluarga yang ingin sejenak menyingkir dari hiruk-pikuk kota.

Hanya 30 menit perjalanan dari Alun-alun Majalengka, para pelancong dapat menapaki jalur Bundaran Cigasong–Rajagaluh–Pertigaan Situ Cipanten.

Jika dari Kabupaten Kuningan, bisa melintasi jalur wisata Talaga Remis, Kecamatan Pasawahan. Atau bisa masuk jalan Kalitanjung, Kecamatan Harjamukti, seperti dari arah Kota Cirebon, untuk tiba di destinasi yang telah mengantongi rating 4,5 di Google Maps, sebuah angka yang menjadi bukti kepuasan pengunjung.

Situ Cipanten dikenal sebagai permata alam yang menawarkan pemandangan danau eksotis dengan air segar yang menyejukkan. Jernihnya air membuat dasar danau terlihat jelas, bahkan ikan-ikan kecil yang berenang riang di permukaan bisa diamati dengan mata telanjang.

Kawasan ini pun menjadi magnet bagi pecinta fotografi, khususnya spot underwater yang unik, di mana air yang transparan menciptakan efek visual yang memukau.

Hutan hijau yang membingkai danau semakin menambah kesan alami sekaligus menyegarkan udara di sekitar. Bahkan di siang yang terik, pepohonan besar memberi keteduhan yang nyaman untuk bersantai.

Dengan luas mencapai 1,2 hektare, Situ Cipanten bukan sekadar danau, melainkan oasis yang dikelilingi perbukitan hijau menawan. Keasriannya menjadi daya tarik utama bagi mereka yang ingin lari sejenak dari kepadatan kota, menyatu dengan alam tanpa sekat beton.

Selain sebagai objek wisata, danau ini juga dimanfaatkan untuk irigasi dan perikanan. Keberadaan tujuh mata air di kawasan ini menjamin pasokan air tidak pernah kering, bahkan saat kemarau panjang.

Baca Juga:  H. Rokhmat Ardiyan dan Bupati Kuningan Tegaskan Komitmen Investasi Strategis di Acara Buka Puasa Bersama HRA

Pengunjung dapat menikmati area piknik di tepi danau sambil memberi makan ikan-ikan yang berenang di perairan jernih, sebuah pengalaman sederhana namun menenangkan hati.

Fasilitas wisata yang ditawarkan pun beragam: perahu bebek, rakit, sepeda gantung, karpet terbang, hingga ayunan, semuanya dirancang untuk menambah keseruan sekaligus menjadi spot foto Instagramable.

Bagi pencinta kuliner, tersedia kafe, restoran, dan food court yang menyajikan ragam hidangan tradisional maupun modern, lengkap dengan pemandangan danau yang memesona.

Kejernihan air menjadi ciri khas Situ Cipanten yang tak tergantikan. Dasar danau yang tampak jelas dan ikan-ikan yang berenang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen underwater.

Hutan yang mengelilingi danau juga menjaga kesejukan udara sehingga pengunjung bisa nyaman menjelajahi kawasan ini bahkan saat siang hari. Keberadaan tujuh mata air yang konon tak pernah kering menambah nilai eksklusif bagi destinasi ini, menjadikannya magnet bagi wisatawan dari Majalengka hingga kota-kota lain.

Setiap akhir pekan, Situ Cipanten selalu ramai oleh pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus berbagai aktivitas menarik yang ditawarkan. Tidak hanya warga lokal, wisatawan dari kota-kota tetangga pun datang berbondong-bondong.

Harga tiket masuk yang terjangkau, hanya Rp 10.000, menjadikan Situ Cipanten sebagai alternatif liburan murah namun penuh pengalaman.

Berbagai wahana permainan memiliki tarif yang ramah kantong: kapal dayung Rp 10.000 per orang, ayunan Rp 5.000, bebek goes Rp 20.000, sepeda gantung Rp 25.000, hingga pelampung Rp 10.000. Semua ini melengkapi pengalaman wisata yang menyenangkan bagi keluarga dan teman.

Kehadiran Situ Cipanten sebagai destinasi wisata alam tidak hanya menyuguhkan panorama indah dan udara segar, tetapi juga fasilitas yang memadai dan beragam aktivitas seru, sehingga liburan terasa lengkap dan memuaskan.

Desa EKI OJK Cirebon

Sementara itu, pengembangan desa wisata ini mendapatkan perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon melalui Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Program ini diarahkan untuk menciptakan desa wisata ramah difabel sekaligus strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Mobil Niaga Andalan Suzuki New Carry 2026, Bak Makin Lebar Bikin Bisnis Makin Melimpah! Harganya Rp170 Jutaan

Dalam rangka memperluas edukasi dan literasi keuangan, OJK Cirebon menggelar Bincang Asyik Seputar Industri Jasa Keuangan (Bancakan) di Situ Cipanten, Sabtu 22 November 2025, dengan dihadiri puluhan awak media.

Kegiatan ini membahas perkembangan industri jasa keuangan serta perlindungan konsumen triwulan III hingga pertengahan triwulan IV 2025 di wilayah Ciayumajakuning.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa pengembangan wisata inklusif tidak hanya menambah keunggulan lokal, tetapi juga meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

“Program Desa EKI di Majalengka tidak hanya memperkuat akses keuangan, tapi juga mengembangkan desa wisata ramah difabel sebagai potensi lokal,” katanya.

Kolaborasi antara OJK, Bank Indonesia, Pemkab Majalengka, Pemerintah Desa Gunung Kuning, BUMDes Karya Mekar, serta industri jasa keuangan, menjadi kunci keberhasilan program ini. Agus menekankan bahwa pengembangan wisata inklusif membutuhkan kesiapan masyarakat, kelembagaan desa, dan ekosistem ekonomi yang kuat.

Program Desa EKI menjadi instrumen penting untuk memperkuat fondasi ekonomi desa. Selain sektor pariwisata, program ini juga mendorong literasi keuangan masyarakat, serta pemanfaatan produk keuangan formal agar terhindar dari praktik rentenir dan pinjaman ilegal.

“Tujuannya agar masyarakat makin bijak menggunakan produk keuangan dan tidak lagi bergantung kepada rentenir atau pinjaman ilegal,” ujarnya.

Peningkatan inklusi keuangan diharapkan membentuk karakter masyarakat yang mandiri, sehingga pengembangan desa wisata dapat berjalan berkelanjutan. Program ini dijalankan dalam tiga tahap: pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi hingga 2026.

Tahap pra-inkubasi dan inkubasi telah selesai dilaksanakan, dengan fokus pada pemetaan kebutuhan dan pengenalan layanan keuangan bagi peserta. Dari 108 peserta, 51 persen membutuhkan tabungan, 4 persen deposito, 19 persen kredit usaha, dan 3 persen pembiayaan kendaraan.

Selanjutnya, dilakukan product matching antara perbankan dan industri keuangan non-bank pada Agustus 2025. Tahap inkubasi berlanjut tahun depan dengan pendalaman berbagai produk dan layanan keuangan untuk memperkuat ekosistem inklusi di desa tersebut.

Baca Juga:  Link Live Streaming Indonesia vs China Taipei: Kluivert Ngetes Mauro Zilstra, Layak dalam Skuad Senior atau Timnas U23

Beberapa fasilitas ramah difabel di Situ Cipanten termasuk pujasera dan toilet yang dapat diakses kursi roda, menjadikannya destinasi inklusif bagi semua kalangan.

Tidak hanya meningkatkan ekonomi masyarakat, objek wisata ini juga menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan nominal yang menembus miliaran rupiah per tahun.

Direktur BUMDes Gunung Kuning, Yosep Hendrawan, mengatakan bahwa BUMDes yang ia kelola meraih juara 1 tingkat nasional pada 2024 dari Kementerian Desa. Pendapatan bruto BUMDes mencapai Rp 2,4 miliar per tahun, dan pada triwulan ketiga 2025 sudah Rp 2,5 miliar. Target tahun ini adalah Rp 3 miliar dengan kontribusi PADes sekitar 65 persen.

“Yang sudah saya setorkan hampir Rp 566 juta, target tahun ini Rp 700 juta untuk PADes murni,” ungkap Yosep, Sabtu (22/11/2025).

Yosep juga sedang mengikuti lomba Duta BUMDes tingkat nasional, berharap bisa kembali meraih prestasi terbaik.

Agus Muntholib menambahkan, pihaknya berharap para jurnalis bisa membantu mempopulerkan Desa Binaan OJK agar wisatawan lebih ramai datang, sehingga pendapatan retribusi dan daerah meningkat.

Selain itu, program Desa EKI membuka akses keuangan bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar, sekaligus mendorong mereka menjauhi lembaga keuangan ilegal seperti pinjaman online, judi online, dan investasi bodong yang meresahkan.

Fasilitas di Situ Cipanten yang dapat dinikmati pengunjung mencakup wisata memberi makan ikan, sepeda gantung, hingga naik perahu, yang membuat setiap kunjungan terasa penuh keseruan dan kenangan.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *