DIALEKTIKA KUNINGAN — Suasana menjelang Lebaran 2026 terasa berbeda dengan getaran haru yang mulai menyelimuti ruang publik.
Gema takbir yang segera berkumandang menjadi lonceng pengingat bahwa Ramadan yang penuh makna akan segera berlalu.
Di tengah momentum hangat ini, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan menitipkan pesan mendalam bagi seluruh masyarakat.
Bagi tokoh asal Kuningan ini, Idul Fitri bukan sekadar ritual tahunan yang berulang tanpa makna.
Ia menyebut Lebaran sebagai sebuah perjalanan batin untuk menuntun manusia kembali pada fitrah yang bersih.
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin untuk kita semua,” ucap HRA (Haji Rokhmat Ardiyan—sapaan akrabnya) Senin, 16 Maret 2026.
Ia berharap segala kesabaran dan keikhlasan selama sebulan penuh diterima oleh Allah SWT sebagai amal ibadah.
Ramadan, menurutnya, telah meninggalkan jejak pelajaran tentang cara menahan amarah dan mempertebal empati.
Bulan suci ini menjadi cermin bagi setiap orang untuk merenungi doa-doa yang dipanjatkan dalam sujud malam.
“Saat berpuasa, kita sebenarnya sedang belajar memahami perihnya hidup saudara-saudara kita yang serba terbatas,” tutur HRA.
Namun, malam takbir sering kali memicu kenangan getir tentang mereka yang kini telah tiada.
Ada rasa syukur bisa sampai di hari kemenangan, meski kursi di meja makan mungkin tak lagi selengkap dulu.
Rokhmat Ardiyan mengenang sosok orang tua, keluarga, dan sahabat yang kini hanya bisa disapa melalui kiriman doa.
Meski sarat haru, ia menegaskan bahwa Idul Fitri tetaplah membawa fajar harapan yang baru bagi setiap jiwa.
Ini adalah waktu paling tepat untuk menjahit kembali silaturahmi yang sempat renggang atau robek karena ego.
Sebagai wakil rakyat, HRA juga menitipkan pesan agar nilai solidaritas selama Ramadan tidak menguap begitu saja.
Kekuatan bangsa ini, menurut Rokhmat, justru terletak pada gotong royong dan kepedulian antar sesama warga.
Ia ingin kehangatan sosial yang tercipta selama bulan puasa terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah dinamika zaman, menjaga persatuan tetap menjadi kunci utama demi mewujudkan kedamaian bersama.
“Semoga Idul Fitri ini membawa ketenangan hati dan kebahagiaan sederhana bersama keluarga tercinta,” tutupnya penuh tulus.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






