Scroll untuk baca artikel
Politik

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Sudjatmiko: Nilai Agama dan Pancasila Harus Menjadi Kekuatan Bangsa

×

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Sudjatmiko: Nilai Agama dan Pancasila Harus Menjadi Kekuatan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Sudjatmiko menegaskan nilai agama dan Pancasila harus berjalan bersama untuk menjaga persatuan, toleransi dan moral bangsa.
Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko.

DIALEKTIKA – Anggota MPR RI, Sudjatmiko, menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus menjadikan nilai agama sebagai fondasi moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut disampaikan Sudjatmiko dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan tema “Pancasila dan Nilai Penting Agama dalam Berbangsa”.

Menurut Sudjatmiko, Pancasila dan agama tidak berada dalam posisi yang saling bertentangan. Justru, nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama dapat menjadi energi moral untuk mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila memberikan fondasi dalam kehidupan berbangsa, sementara nilai-nilai agama memberikan kekuatan moral kepada masyarakat. Keduanya harus berjalan bersama untuk membangun bangsa yang kuat, beradab dan saling menghormati,” ujar Sudjatmiko, Senin (22/06/2026).

Ia menjelaskan, kehidupan Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, agama, budaya dan latar belakang membutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga persatuan. Perbedaan, kata dia, harus dipandang sebagai kekayaan bangsa dan bukan alasan untuk saling mempertentangkan.

Dalam konteks tersebut, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa yang menjadi sila pertama Pancasila memiliki posisi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan moral dan penghormatan terhadap keyakinan masing-masing.

“Agama mengajarkan kita tentang kebaikan, keadilan, kejujuran, kasih sayang dan penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan semangat Pancasila,” katanya.

Sudjatmiko juga mengingatkan bahwa pengamalan Pancasila tidak cukup hanya dilakukan melalui hafalan terhadap lima sila. Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, membantu sesama, menjaga persatuan hingga membangun kehidupan sosial yang adil.

Menurutnya, tantangan kehidupan berbangsa saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi dan media sosial membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi, tetapi pada saat yang sama juga membuka ruang bagi penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi dan berbagai bentuk provokasi.

Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi sekaligus memperkuat karakter kebangsaan.

“Jangan sampai perbedaan pilihan, perbedaan agama, perbedaan pandangan politik maupun perbedaan latar belakang membuat kita kehilangan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” tegasnya.

Sudjatmiko menilai nilai-nilai agama dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun karakter masyarakat. Agama mengajarkan manusia untuk menjaga hubungan dengan Tuhan sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

“Kalau nilai agama dijalankan dengan baik, maka akan lahir sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong dan kepedulian sosial. Itu semua merupakan bagian penting dari kehidupan berbangsa yang sesuai dengan nilai Pancasila,” ujarnya.

Ia juga mengajak peserta Sosialisasi 4 Pilar MPR RI untuk tidak menjadikan Pancasila hanya sebagai simbol negara. Pancasila harus menjadi pedoman dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Pancasila harus hidup dalam perilaku kita. Ketika kita menghormati orang lain, membantu masyarakat yang membutuhkan, menjaga persatuan dan berlaku adil, pada saat itulah kita sedang mengamalkan Pancasila,” tutur Sudjatmiko.

Lebih lanjut, Sudjatmiko menekankan bahwa menjaga Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan hingga generasi muda memiliki peran yang sama dalam menjaga persatuan nasional.

Ia berharap kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat mendorong peserta untuk menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.

“Bangsa ini besar karena kita mampu hidup bersama dalam perbedaan. Jangan wariskan kepada generasi berikutnya konflik karena perbedaan. Wariskan Indonesia yang rukun, toleran, gotong royong dan tetap berpegang teguh pada Pancasila,” pungkasnya.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan pemahaman masyarakat mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *