Scroll untuk baca artikel
Persib

Efektif vs Tumpul, Ratchaburi Hukum Kerapuhan Persib! Menang 4 Gol Tanpa Balas di Bandung, Mungkinkah…

×

Efektif vs Tumpul, Ratchaburi Hukum Kerapuhan Persib! Menang 4 Gol Tanpa Balas di Bandung, Mungkinkah…

Sebarkan artikel ini
Persib Maung Bandung kalah 0-3 dari Ratchaburi FC. Lini tengah tak padu, sayap lambat, penyerang mandul dan sektor kiri rapuh masalahnya!
Persib Maung Bandung kalah 0-3 dari Ratchaburi FC, di laga ACL 2.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Persib Bandung pulang dengan kepala tertunduk dari Dragon Solar Park setelah dihajar Ratchaburi FC tiga gol tanpa balas pada leg pertama 16 besar ACL 2, Rabu (11/2/2026).

Kekalahan telak 0-3 ini sungguh menyakitkan karena semua gol tuan rumah lahir dengan memanfaatkan rapuhnya koordinasi di sektor kiri pertahanan Maung Bandung.

Pedro Tana jadi momok dengan dua golnya di awal dan akhir laga, ditambah satu sundulan Gabriel Mutombo yang membuat langkah Pangeran Biru ke perempat final kian terjal.

Meski babak belur, Bojan Hodak menolak melempar handuk dan percaya keajaiban masih bisa terjadi di Bandung pekan depan.

“Saya harap GBLA penuh, karena bermain di sana tidak pernah mudah bagi lawan. Tapi jujur, performa kami harus jauh lebih baik,” ujar Hodak.

Baca Juga:  Link Live Streaming Persib vs Persija: Susunan Pemain Mengerikan Hingga Teror Koreo Viking? El Clasico Liga 1 Menyala!

Secara statistik Persib sebenarnya menguasai 52 persen bola, namun dominasi itu terasa hambar karena serangan yang dibangun sering patah di tengah jalan.

Dari 17 percobaan tembakan, hanya tiga yang benar-benar menguji kiper lawan—bukti nyata betapa tumpulnya penyelesaian akhir Federico Barba dkk semalam.

Sebaliknya, Ratchaburi tampil sangat efektif; mereka tidak butuh banyak peluang untuk mencetak tiga gol yang meruntuhkan mental pemain Persib.

Lini tengah yang diisi Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Luciano Guaycochea tampak belum “nyetel” dan sering kehilangan ritme saat transisi.

Haye terlihat rindu tandem sejatinya, Marc Klok, sementara Eliano yang dipasang di tengah justru kehilangan kelincahan yang biasa ia tunjukkan di sisi sayap.

Absennya Beckham Putra juga sangat terasa, membuat variasi serangan Persib jadi monoton dan mudah dibaca bek lawan.

Baca Juga:  Rejeki di Ujung Jari: Klik Link DANA Kaget, Gimmick yang Jadi Mesin Uang Digital! Klaim Saldo Dana Gratis Sekarang

Masuknya pemain pengganti di babak kedua pun gagal memberikan dampak instan untuk sekadar memperkecil kedudukan.

Kini, Persib wajib menang dengan selisih empat gol di GBLA jika ingin membalikkan keadaan dan mengukir sejarah baru.

Catatan melawan klub Thailand pun makin merah, membuktikan bahwa tim Negeri Gajah Putih masih menjadi tembok tebal bagi wakil Indonesia.

Padahal Persib datang dengan status juara grup, namun status tersebut seolah tak berarti di hadapan kedisiplinan Ratchaburi yang tampil sangat klinis.

Tugas berat menanti di Rabu (18/2/2026) mendatang; butuh lebih dari sekadar semangat untuk bisa meredam skema serangan balik mematikan asuhan Worrawoot Srimaka.

Bojan Hodak mengakui timnya sering kehilangan fokus di menit-menit krusial, terutama saat kebobolan cepat yang merusak seluruh rencana permainan.

Baca Juga:  2-0 Malut United vs Persib: Maung Bandung Terpeleset, Taktik Cerdik Laskar Kie Raha Jadi Kunci! Simak Update Klasmen Liga 1

Kini Bobotoh hanya bisa berharap pada “tuah” GBLA agar malam magis benar-benar tercipta dan membawa Persib lolos dari lubang jarum.

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *