Scroll untuk baca artikel
Persib

Jelang Bursa Transfer Liga 1, PERSIB Masuk Daftar Transfer Ban FIFA: Waduh Kenapa?

×

Jelang Bursa Transfer Liga 1, PERSIB Masuk Daftar Transfer Ban FIFA: Waduh Kenapa?

Sebarkan artikel ini
HUT ke-93 PERSIB, Umuh Muchtar berdoa Persib hattrick juara, sementara Bojan Hodak ingatkan pemain bahwa 10 laga sisa dijalani seperti final.
Persib

DIALEKTIKA KUNINGAN — Manajemen Persib akhirnya buka suara soal sanksi transfer ban dari FIFA yang bikin Bobotoh ketar-ketir, ternyata pemicunya bukan gara-gara utang gaji pemain.

Manajemen Persib Bandung langsung pasang badan memberikan klarifikasi resmi terkait status larangan aktivitas transfer (transfer ban) yang dirilis dalam daftar hitam FIFA pada Jumat, 29 Mei 2026 kemarin. Klub kebanggaan warga Jawa Barat ini membantah keras rumor liar yang menyebutkan bahwa sanksi tersebut akibat adanya tunggakan gaji pemain.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, meluruskan bahwa hukuman administrasi dari badan sepak bola dunia itu sebenarnya buntut dari urusan pemutusan kerja sama lama dengan mantan bek asing mereka. Masalah ini berakar dari proses penyelesaian terminasi kontrak Daisuke Sato yang dilakukan pada tahun 2023 silam.

“Perlu kami tegaskan, keputusan FIFA ini muncul dari satu kasus spesifik terkait kompensasi pemutusan kontrak Daisuke Sato di tahun 2023, jadi sama sekali bukan karena klub menunggak gaji atau mengabaikan hak pemain seperti yang dituduhkan sebagian orang,” ungkap Adhitia saat memberikan keterangan, Sabtu, 30 Mei 2026.

Persib Sedang Menyelesaikan Kewajiban

Adhitia memastikan pihak manajemen tidak tinggal diam karena sejak awal sudah mengawal kasus ini, dan sekarang sedang mempercepat proses pelunasan kewajiban sesuai nominal yang diputuskan oleh FIFA.

Saat ini manajemen juga tengah membereskan semua dokumen pendukung agar sanksi larangan mendaftarkan pemain baru tersebut bisa segera dicabut. Persib berkomitmen penuh untuk tetap menjaga integritas klub dengan selalu menghormati hak finansial para pemain, staf pelatih, hingga seluruh karyawan.

“Kami sedang bayar kewajiban dari keputusan itu sekaligus mengurus urusan birokrasinya. Begitu semuanya beres, kami langsung ajukan ke FIFA lewat mekanisme yang ada supaya status hukuman ini ditinjau ulang dan dicabut secepatnya,” jelasnya.

Operasional Klub Dipastikan Tetap Normal

Di sisi lain, manajemen menjamin badai administrasi ini sama sekali tidak bakal mengganggu kestabilan internal tim, termasuk agenda perburuan pemain baru maupun persiapan taktis menyambut kompetisi musim depan.

Adhitia meyakinkan Bobotoh bahwa manajemen tetap memegang teguh prinsip profesionalitas tinggi dalam mengelola klub dan siap membereskan segala ikatan kontrak sesuai aturan yang berlaku di level nasional maupun internasional.

“Bobotoh dan para mitra tidak perlu cemas karena situasi ini tidak menggoyang stabilitas atau rencana masa depan Persib. Semua operasional harian, latihan tim, dan program strategis yang sudah disusun tetap berjalan normal sesuai target awal,” terangnya.

Ia menambahkan, friksi kontrak dan ganjalan administratif seperti ini sebenarnya adalah makanan sehari-hari yang lumrah terjadi di industri sepak bola profesional global. Alasan itulah yang membuat Persib memilih menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin dan menyelesaikannya secara jantan serta bertanggung jawab.

Lewat klarifikasi ini, manajemen berharap Bobotoh dan publik pencinta bola tanah air tidak lagi termakan isu miring yang simpang siur mengenai kondisi internal Maung Bandung. Persib juga berjanji bakal terus mempertahankan standar manajemen modern mereka sembari melanjutkan target-target besar klub yang tertunda.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *