Scroll untuk baca artikel
Persib

Brace si Anak Jakarta di Segiri Kubur Ambisi Juara bagi Persija, dan Persib Kian Dekat Tangga Juara BRI Super League 2026

×

Brace si Anak Jakarta di Segiri Kubur Ambisi Juara bagi Persija, dan Persib Kian Dekat Tangga Juara BRI Super League 2026

Sebarkan artikel ini
Persib Bandung kokoh di puncak klasemen BRI Super League usai bungkam Persija Jakarta 2-1 lewat dua gol berkelas Adam Alis.
Brace Adam Alis si Anak Jakarta di Segiri Kubur Ambisi Juara bagi Persija, dan Persib Kian Dekat Tangga Juara BRI Super League 2026

DIALEKTIKA KUNINGAN — Laga panas bertajuk El Clasico Derby Indonesia antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada pekan ke-32 BRI Super League 2025-2026 akhirnya tuntas dengan skor 1-2 untuk kemenangan Maung Bandung.

Pertempuran sengit kedua tim kali ini terpaksa bergeser ke Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026) sore WIB.

Persija sebenarnya sempat mengejutkan lini belakang rival abadinya itu lewat gol pembuka yang dicetak oleh Alaaeddine Ajaraie di menit ke-19.

Namun mentalitas juara berbicara setelah Adam Alis memborong dua gol balasan sekaligus di menit ke-28 dan 37 untuk membalikkan keadaan.

Hasil minor ini menjadi pukulan telak bagi Macan Kemayoran karena peluang mereka untuk mengangkat trofi juara musim ini resmi tertutup rapat.

Posisi Persija kini tertahan di peringkat ketiga, terpaut tujuh angka dari Borneo FC di pos kedua namun masih aman dari kejaran Dewa United di urutan keempat.

Sebaliknya, tambahan tiga poin krusial ini membuat armada besutan Bojan Hodak kembali menjauh dengan selisih tiga angka dari Borneo FC lewat koleksi 75 poin.

Dengan situasi ini, perburuan gelar juara Super League dipastikan bakal klimaks hingga dua pekan terakhir yang melibatkan duel hidup mati antara Persib dan Borneo FC.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persija langsung mengambil inisiatif menekan dengan mengandalkan daya dobrak Rayhan Hannan dan Allano di sisi sayap.

Allano bahkan sempat melepaskan tendangan salto spektakuler di menit ke-14, meski arah bola masih menyamping dari sasaran.

Stadion Segiri bergemuruh di menit ke-20 setelah Alaaeddine Ajaraie mengacak-ngacak tiga bek Persib sebelum menceploskan bola untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Keunggulan itu tidak bertahan lama lantaran Adam Alis sukses menyamakan kedudukan di menit ke-28, memanfaatkan keteledoran lini belakang lawan yang dibuat Van Basty Sousa.

Persija hampir saja memimpin lagi andai sepakan keras Rayhan Hannan tidak digagalkan oleh kesigapan Teja Paku Alam di bawah mistar.

Petaka bagi Persija datang di menit ke-37 ketika umpan terobosan manja dari Thom Haye berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Adam Alis untuk mencetak gol keduanya.

Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, papan skor tetap tidak berubah dengan keunggulan tipis Persib 2-1.

Ketatnya laga juga terlihat saat penyerang sayap Persib, Berguinho, harus jatuh bangun menembus kawalan ketat dua pemain bertahan Persija sepanjang paruh pertama.

Memasuki paruh kedua, Persija langsung menggebrak lewat tendangan spekulasi jarak jauh Fabio Calonego yang sayangnya belum menemui sasaran.

Alaaeddine juga sempat mendapatkan ruang tembak terbuka di dalam kotak penalti, namun Teja Paku Alam tampil gemilang mementahkan peluang tersebut.

Gelombang serangan Macan Kemayoran terus mengalir di menit ke-57, kali ini giliran Allano yang melepaskan sepakan keras meski bola masih melenceng tipis.

Frustrasi melanda lini depan Persija setelah peluang emas dari kaki Eksel Runtukahu kembali mentah di pelukan Teja Paku Alam yang tampil sangat fokus sore itu.

Memasuki menit ke-76, Alaaeddine Ajaraie lagi-lagi mengancam lewat eksekusi bola mati yang sayangnya masih belum menemui sasaran.

Jelang laga bubar, Teja Paku Alam melakukan penyelamatan krusial dengan menepis tendangan roket Alaaeddine yang menyelamatkan muka tim tamu.

Hingga peluit panjang berbunyi, usaha keras anak-anak Jakarta gagal membuahkan hasil dan memastikan tiga poin penuh dibawa pulang ke Bandung.

Usai laga, arsitek Persib Bojan Hodak langsung melayangkan apresiasi tinggi atas perjuangan anak asuhnya yang mampu membalikkan keadaan di laga seketat ini.

Pelatih asal Kroasia itu blak-blakan mengakui jika permainan timnya malam itu tidak terlalu cantik, namun dalam situasi krusial seperti ini hasil akhir adalah segalanya.

Hodak menilai atmosfer pertandingan bertajuk derby memang selalu sulit diprediksi dan label tim favorit sering kali tidak berlaku lagi di atas lapangan.

“Sudah saya duga, ini bukan soal permainan yang indah. Laga derby selalu menyulitkan dan tidak pernah ada tim yang benar-benar difavoritkan,” kata Hodak saat konferensi pers.

Ia juga memuji daya juang para pemainnya yang mau memeras keringat lebih dalam, serta mengapresiasi magis Adam Alis yang menjadi pahlawan kemenangan.

“Ini bukan performa terbaik kami, tapi kerja keras pemain luar biasa. Kami beruntung memiliki Adam yang tampil sangat menginspirasi hari ini,” sebutnya memungkasi pembicaraan.

Kemenangan tipis namun krusial ini jelas menjadi suntikan modal berharga bagi Persib untuk terus memimpin pacuan juara di sisa kompetisi.

Rasa syukur juga meluncur dari mulut Adam Alis yang menjadi aktor utama kemenangan krusial Pangeran Biru di Stadion Segiri.

Mantan gelandang timnas itu menyebut membungkam Persija di kandang barunya membutuhkan mental bertanding yang tidak main-main.

Ia menceritakan bagaimana beratnya tekanan yang dilancarkan tim tuan rumah sejak menit-menit awal paruh pertama pertandingan.

“Pertandingan yang sangat menguras tenaga, kami sempat kehilangan momen di babak pertama dan tertinggal lebih dulu,” ungkap Adam Alis kepada awak media.

Kendati memborong dua gol, Adam menegaskan bahwa kepentingan tim untuk mengamankan poin penuh jauh lebih berharga ketimbang catatan individunya.

“Bisa mencetak gol penyama kedudukan itu bagus, tapi yang paling penting adalah tiga poin ini untuk tim,” lanjutnya lagi.

Meski posisi Persib kian kokoh di puncak, Adam buru-buru mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terlena dengan euforia kemenangan derby ini.

Ia meminta seluruh skuad Pangeran Biru langsung mengalihkan fokus penuh menghadapi dua laga sisa demi menyegel trofi juara musim ini.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *