Scroll untuk baca artikel
OlahragaSepak Bola

Atletico Madrid Singkirkan Barcelona Lagi, Samai Rekor Sadis Milik PSG: Deja Vu Final Liga Champions?

×

Atletico Madrid Singkirkan Barcelona Lagi, Samai Rekor Sadis Milik PSG: Deja Vu Final Liga Champions?

Sebarkan artikel ini
Barcelona disingkirkan Atletico Madrid di Liga Champions 2026. Pertahanan butut bikin Barca catat rekor 15 laga beruntun selalu kebobolan.
Lamine Yamal striker Barca.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Barcelona baru saja menyudahi petualangan mereka di Liga Champions dengan cara yang paling menyesakkan: tersingkir lewat agregat tipis 3-2 sekaligus mencetak rekor pertahanan paling “ampas” sepanjang sejarah partisipasi mereka.

Datang ke Wanda Metropolitano, Rabu (15/4), dengan defisit dua gol akibat ulah Julian Alvarez dan Alexander Sorloth di leg pertama, anak asuh Hansi Flick sebenarnya sempat menunjukkan mentalitas comeback yang menjanjikan.

Lamine Yamal langsung menyentak publik tuan rumah lewat gol kilat di menit keempat, sebuah aksi yang tidak hanya memperkecil margin tapi juga melampaui rekor statistik milik Erling Haaland.

Momentum sempat berada di tangan Blaugrana setelah Ferran Torres mencetak gol kedua yang membuat agregat sempat sama kuat, namun sayangnya euforia itu cuma bertahan sekejap mata.

Gempuran Ademola Lookman kembali membuat Atleti unggul agregat, dan situasi makin runyam bagi Barca setelah Eric Garcia diganjar kartu merah karena melakukan professional foul untuk menghentikan peluang bersih lawan.

Bukan cuma gagal melaju ke semifinal, Barca kini memegang rekor memalukan sebagai tim Spanyol pertama yang gagal mencatat clean sheet dalam 15 pertandingan beruntun di panggung UCL.

Sepanjang kampanye musim 2025-2026 ini, gawang Barca selalu “bocor” di 12 laga, sebuah tren negatif yang sebenarnya sudah mulai tercium sejak mereka dikoyak Inter Milan di semifinal musim lalu.

Padahal, terakhir kali mereka bisa bikin shut-out adalah setahun lalu saat melibas Dortmund, dan sejak saat itu koordinasi lini belakang Flick seolah kehilangan arah di kompetisi Eropa.

Sedikit pelipur lara bagi Cules adalah posisi mereka yang masih “dingin” di puncak klasemen La Liga, unggul jauh sembilan poin dari Real Madrid sebelum jadwal padat kontra Celta Vigo tengah pekan ini.

Sementara itu, pasukan Diego Simeone sudah ditunggu Arsenal atau Sporting Lisbon di semifinal, membuktikan bahwa taktik underdog mereka tetaplah racun mematikan di fase gugur.

Kemenangan ini menegaskan status Atletico Madrid sebagai “kryptonite” bagi Barcelona, dengan rekor menyingkirkan klub Catalan itu sebanyak tiga kali di fase gugur UCL—menyamai catatan milik PSG.

Bagi Simeone, ini adalah deja vu kemenangan heroik musim 2013-14 dan 2015-16, di mana tiap kali mereka menendang Barca, tiket final biasanya sudah hampir pasti berada di genggaman.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *