DIALEKTIKA KUNINGAN — Liverpool harus mengakhiri langkah mereka di Liga Champions, Rabu (15/4/), setelah kalah 0-2 dari Paris Saint-Germain di Anfield. Hasil ini membuat mereka tersingkir dengan agregat 4-0.
Dari sisi permainan, Liverpool sebenarnya lebih aktif dalam menyerang. Mereka mencatat 21 tembakan, namun tidak ada yang berujung gol.
Data tersebut jadi catatan tersendiri. Terakhir kali Liverpool mencatat jumlah tembakan sebanyak itu tanpa mencetak gol terjadi saat final Liga Champions 2022 melawan Real Madrid.
Dibanding leg pertama, performa Liverpool di laga ini lebih progresif. Penguasaan bola mencapai 53 persen dengan total peluang mendekati dua expected goals (xG).
Masalah utama ada di penyelesaian akhir. PSG hanya butuh 12 tembakan untuk mencetak dua gol, dengan efisiensi yang jauh lebih baik.
Tekanan Liverpool meningkat di babak kedua. Mereka melepaskan 17 tembakan setelah jeda, tetapi kualitas peluang relatif rendah dengan rata-rata xG per shot sekitar 0,09.
PSG lebih banyak bertahan di fase ini, tetapi Liverpool tetap kesulitan menciptakan peluang dengan kualitas tinggi. Pola ini konsisten terlihat sepanjang musim.
Secara total, Liverpool mencatat 24 tembakan, lima tepat sasaran, dan xG 2,11. Secara volume terlihat tinggi, tetapi tidak cukup efektif untuk mengubah hasil.
Di kompetisi domestik, Liverpool termasuk tim dengan jumlah tembakan terbanyak. Namun dalam hal kualitas peluang, mereka berada di peringkat bawah untuk xG per shot.
Banyak percobaan dilakukan dari posisi yang kurang ideal. Dampaknya, produktivitas gol tidak sebanding dengan jumlah peluang yang dihasilkan.
Pendekatan taktik di leg pertama juga jadi bahan evaluasi. Arne Slot sempat menggunakan tiga bek, yang dinilai kurang memberi tekanan sejak awal.
Setelah tersingkir, fokus kini bergeser ke posisi pelatih. Masa depan Slot mulai dipertanyakan menyusul hasil yang tidak konsisten.
Liverpool sudah mencatat 17 kekalahan musim ini. Jika bertambah dua lagi, jumlah tersebut akan menyamai rekor kekalahan terbanyak klub di abad ke-21.
Dengan investasi transfer sekitar 450 juta poundsterling, hasil musim ini dianggap belum memenuhi ekspektasi. Hingga saat ini, belum ada tanda perpanjangan kontrak untuk Slot.
Situasi ini membuka kemungkinan perubahan di kursi pelatih. Manajemen Fenway Sports Group disebut bisa mengambil keputusan dalam waktu dekat terkait masa depan tim.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






