Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Mandi Sunnah Idul Fitri Sebelum Salat Ied, Ini Bacaan Niat dan Waktu Terbaik Melakukannya

×

Mandi Sunnah Idul Fitri Sebelum Salat Ied, Ini Bacaan Niat dan Waktu Terbaik Melakukannya

Sebarkan artikel ini
Mandi sunnah di Hari Raya Idul Fitri dianjurkan sebelum Salat Ied. Simak niat, waktu terbaik, dan tata cara lengkapnya.
Mandi sunnah di Hari Raya Idul Fitri dianjurkan sebelum Salat Ied. Simak niat, waktu terbaik, dan tata cara lengkapnya.

DIALEKTIKA — Menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri, ada satu amalan sunnah yang sering diingatkan kembali setiap pagi Lebaran: mandi sebelum berangkat ke tempat salat.

Amalan ini dilakukan bukan hanya untuk membersihkan tubuh, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan menyambut hari raya setelah sebulan penuh menjalani puasa Ramadan.

Dalam penjelasan para ulama, mandi Idul Fitri termasuk sunnah muakad atau amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang hendak melaksanakan Salat Ied.

Tradisi itu juga telah dicontohkan sejak masa Muhammad dan para sahabat sebagai bagian dari adab memuliakan hari raya.

Waktu pelaksanaannya dimulai sejak setelah Subuh hingga sebelum berangkat menuju lokasi salat.

Niat mandi sunnah Idul Fitri dibaca sebelum memulai mandi, cukup dihadirkan dalam hati sebagai bentuk kesungguhan menjalankan sunnah.

Lafaz niatnya adalah: Nawaitul ghusla li ‘iidil fitri sunnatan lillaahi ta‘aalaa, yang berarti niat mandi untuk Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.

Secara tata cara, mandi Idul Fitri tidak berbeda jauh dengan mandi besar.

Diawali dengan mencuci tangan, membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor, lalu berwudu sebagaimana sebelum Salat Ied.

Setelah itu kepala disiram tiga kali hingga air merata, lalu seluruh tubuh diguyur mulai dari sisi kanan kemudian kiri.

Ulama menekankan agar air benar-benar mengenai seluruh lipatan tubuh sehingga mandi dilakukan dengan sempurna.

Setelah mandi, umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian terbaik dan bersih sebelum keluar rumah.

Bagi laki-laki, memakai wewangian juga termasuk sunnah yang dianjurkan.

Ada pula sunnah makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Id, berbeda dengan Idul Adha yang justru dianjurkan makan setelah salat.

Selain persiapan fisik, gema takbir tetap dianjurkan sejak malam hari raya hingga pelaksanaan Salat Ied sebagai ungkapan syukur setelah Ramadan berakhir.

Mandi sunnah pada pagi Lebaran dipandang sebagai simbol kesiapan lahir dan batin.

Bukan sekadar segar secara fisik, tetapi juga menjadi penanda bahwa hari raya disambut dalam keadaan bersih dan penuh penghormatan.

Karena itu, meski sederhana, amalan ini tetap dijaga oleh banyak umat Islam setiap datang Idul Fitri.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *