DIALEKTIKA KUNINGAN — Derby Sunda antara Persib vs Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (22/2) malam, berjalan tegang sampai detik akhir.
Persib Maung Bandung akhirnya menang tipis 1-0, tapi cerita laga ini jauh lebih liar dari sekadar skor.
Persib bertarung dengan beban setelah gagal melangkah di kompetisi Asia. Lawannya pun bukan sembarang tim, karena Persita adalah klub yang menjatuhkan mereka di putaran pertama.
Sejak awal, tuan rumah mencoba mengambil alih kendali. Ahmad Nur Hardianto sempat mendapat peluang cepat, namun bola terlalu lemah dan mudah diamankan Teja Paku Alam.
Adam Alis ikut mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh di tengah hujan yang mengguyur GBLA. Igor Rodrigues masih sigap membaca arah bola.
Persita Tangerang tak tinggal diam. Rayco Rodrigues mengancam pada menit ke-19, tetapi Teja kembali berdiri di tempat yang tepat.
Persib Bandung sempat kesulitan masuk ke sepertiga akhir. Pertahanan Persita rapat dan tak memberi ruang leluasa bagi lini depan tuan rumah.
Justru tim tamu beberapa kali mencuri momen, termasuk sepakan bebas Pablo Ganet jelang turun minum. Namun tak ada gol tercipta sampai babak pertama usai.
Selepas jeda, tempo berubah. Persib bermain lebih berani dan lima menit kemudian kebuntuan pecah.
Andrew Jung menanduk bola hasil sepak pojok Luciano Guaycochea pada menit ke-50. Stadion bergemuruh, skor berubah 1-0.
Gol itu membuat Persita terpancing keluar. Eliano Reijnders sempat mengancam, tetapi Igor masih bisa menghalau.
Drama muncul ketika gawang Persib sempat bergetar. Wasit tak mengesahkan gol karena ada isyarat pergantian pemain yang ternyata tidak pernah terjadi.
Situasi itu sempat memicu protes dari kubu Persita. Laga dihentikan sejenak sebelum akhirnya dilanjutkan.
Memasuki injury time, Persita mengambil risiko besar. Igor Rodrigues pingin jadi striker dan ikut naik membantu serangan saat sepak pojok.
Upaya pertama belum membuahkan hasil. Pada percobaan kedua, justru serangan berbalik arah.
Beckham berhasil menguasai bola di tengah kekacauan. Igor Rodrigues berusaha menghentikannya dan terjadi benturan yang membuat sang gelandang terjatuh.
Wasit Candra langsung mengeluarkan kartu merah. VAR sempat ditinjau, tetapi keputusan tak berubah.
Karena jatah pergantian pemain habis, situasi jadi tak biasa. Hokky Caraka jadi kiper dan berdiri di bawah mistar Persita.
Tak ada ancaman berarti di sisa waktu. Skor 1-0 bertahan sampai peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini membuat Persib Bandung menjauh dari kejaran Persija Jakarta. Pangeran Biru kini mengoleksi 50 poin di papan klasemen dari 21 laga, unggul tiga angka dan masih menyimpan satu pertandingan.
Persita tertahan di posisi keenam klasemen dengan 35 poin. Mereka sebenarnya tampil cukup disiplin, namun kehilangan fokus di momen krusial.
Di laga lain, Borneo FC gagal memanfaatkan peluang naik lebih dekat ke puncak klasemen setelah kalah 1-2 dari Dewa United. Pesut Etam tetap di peringkat ketiga dengan 46 poin.
Dewa United justru naik ke posisi 10 klasemen dengan 30 poin. Persaingan papan atas dan papan tengah makin rapat menjelang pekan-pekan akhir.
Derby Sunda, Persib vs Persita kali ini bukan hanya soal tiga poin. Karena menyuguhkan cerita unik Igor Rodrigues pingin jadi striker dan Hokky Caraka jadi kiper yang akan lama diingat suporter.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






