DIALEKTIKA KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 32 kecamatan pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari program nasional untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Acara GPM ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., di Kelurahan Cijoho, Kecamatan Kuningan. Dalam sambutannya yang penuh makna, Bupati Dian menegaskan bahwa pangan adalah hak dasar yang harus dijamin oleh negara.
“Pangan itu urusan perut, tapi juga harga diri bangsa. Saat harga melambung, keresahan rakyat ikut naik. Di sinilah negara harus hadir sebagai pelindung, bukan hanya pengatur,” tegasnya.
Politik Bukan Sekadar Janji, Tapi Bukti Nyata
Pelaksanaan GPM ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi ke-527 Kuningan. Bupati Dian menyebut GPM ini sebagai wujud nyata bahwa perayaan hari besar bukan hanya sebatas seremoni.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah bukti bahwa politik bukan hanya janji, tetapi bukti. Pemerintah datang membawa harga yang lebih adil bagi rakyat,” ungkapnya.
Pj Sekda Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menambahkan bahwa GPM ini adalah hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, daerah, hingga para pelaku usaha. “Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau dan membantu mengendalikan inflasi,” jelasnya.
Pemerintah Harus Hadir Hingga ke Dapur Rakyat
Bupati Dian kembali menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan kesejahteraan masyarakat. Ia mengibaratkan tugas tersebut sebagai “hadir hingga ke dapur rakyat.”
“Pemerintah yang kuat adalah yang bisa memastikan tidak ada piring kosong dan tidak ada keluarga yang gelisah karena harga melambung,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis, GPM ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan Kuningan yang Melesat, Jawa Barat yang Istimewa, dan Indonesia yang semakin tangguh.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id/ dengan klik Google News.






