DIALEKTIKA KUNINGAN — Indonesia gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri setelah bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Namun, tekanan Malaysia sepanjang laga tak cukup untuk mengubah skor 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Timnas Indonesia harus puas bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia pada lanjutan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (28/9/2026).
Hasil 0-0 itu terasa berat bagi skuad Garuda karena harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye menerima kartu merah pada babak pertama.
Malaysia langsung mengambil inisiatif permainan sejak awal pertandingan. Tim tamu beberapa kali mampu menekan pertahanan Indonesia yang lebih banyak dipaksa bertahan.
Situasi Indonesia semakin sulit setelah Thom Haye diusir wasit menyusul pelanggaran keras terhadap Aiman setelah dilakukan tinjauan VAR.
Unggul jumlah pemain membuat Malaysia semakin leluasa menguasai bola. Namun, sampai turun minum, Harimau Malaya belum mampu mengubah tekanan menjadi gol.
Tekanan Malaysia berlanjut selepas jeda. Tan Cheng Hoe memasukkan Paulo Josue yang kemudian ikut memberikan ancaman serius ke pertahanan Indonesia.
Peluang Josue pada menit ke-74 menjadi salah satu momen yang membuat lini belakang Indonesia harus bekerja keras. Maarten Paes kembali berada di bawah tekanan.
Timnas Indonesia nyaris kehilangan satu poin pada masa injury time. Beruntung, Justin Hubner melakukan penyelamatan penting tepat di garis gawang dan menggagalkan peluang Malaysia.
Peluit panjang akhirnya memastikan skor tetap 0-0. Indonesia dan Malaysia harus berbagi satu angka setelah pertandingan yang berlangsung dalam tekanan tinggi.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan apresiasi kepada para pemain yang dinilainya mampu menjaga mental bertanding meski harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-37.
Herdman juga menyoroti dukungan 56.894 penonton yang memenuhi stadion. Menurut dia, atmosfer tersebut memberikan energi tambahan ketika para pemain berada dalam situasi sulit.
“Kami bangga dengan determinasi para pemain. Mereka terus berjuang sampai akhir meski harus bermain dengan 10 pemain,” kata Herdman seusai pertandingan.
Kevin Diks dan kawan-kawan disebut telah mengerahkan seluruh kemampuan untuk mempertahankan hasil di kandang. Setelah laga ini, perhatian Indonesia langsung tertuju pada pertandingan terakhir fase grup.
Hasil imbang membuat Indonesia mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan berada di posisi kedua klasemen sementara Grup A, tepat di bawah Malaysia yang juga mengumpulkan empat poin.
Indonesia selanjutnya menghadapi Bangladesh di Jakarta pada Kamis (1/10/2026). Pada hari yang sama, Malaysia akan bertemu Singapura di Bandung dalam laga yang ikut menentukan persaingan menuju babak berikutnya.
Malaysia Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain
Pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe mengakui timnya gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Thom Haye meninggalkan lapangan.
Kartu merah tersebut sebenarnya membuka ruang bagi Malaysia untuk mengendalikan pertandingan lebih jauh. Harimau Malaya kemudian memang mendominasi penguasaan bola dan menekan pertahanan Indonesia.
Namun, dominasi itu tidak berujung gol. Arif Aiman Hanapi, Bergson da Silva, hingga Fergus Tierney sempat mendapatkan peluang, tetapi penyelesaian akhir Malaysia masih belum menemui sasaran.
Cheng Hoe mengakui pertahanan Indonesia tetap sulit ditembus meski bermain dengan satu pemain lebih sedikit.
“Situasinya memang tidak mudah. Kami sudah mencoba berbagai cara, tetapi penyelesaian akhir kami tidak maksimal,” ujar Cheng Hoe.
Malaysia mampu mengontrol tempo permainan hingga pertandingan berakhir. Persoalannya, penguasaan bola dan tekanan yang mereka bangun tidak menghasilkan gol yang dibutuhkan untuk membawa pulang tiga poin.
Tambahan satu angka membuat persaingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 masih terbuka. Malaysia kini harus mengalihkan perhatian ke laga terakhir menghadapi Singapura.
Cheng Hoe juga memberikan apresiasi terhadap kerja keras pemainnya yang mampu mempertahankan kendali permainan dalam waktu panjang. Program pemulihan fisik pun menjadi perhatian sebelum menghadapi pertandingan penentu.
Bagi Indonesia, empat poin dari dua laga menjadi modal menuju pertandingan terakhir kontra Bangladesh. Hasil pada laga tersebut akan menentukan langkah skuad Garuda menuju fase berikutnya.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.




