Scroll untuk baca artikel
OlahragaPersib

Sayang KDM Tak Main! Erwan Setiawan Turun Bersama Persib Legend Tumbangkan Forkopimda Kuningan Skor 3-1

×

Sayang KDM Tak Main! Erwan Setiawan Turun Bersama Persib Legend Tumbangkan Forkopimda Kuningan Skor 3-1

Sebarkan artikel ini
Persib Legend menang 3-1 atas Forkopimda Kuningan dalam laga eksibisi Hari Jadi ke-528 Kuningan di Stadion Mashud Wisnusaputra.
Wagub Jabar Erwan Setiawan saat memperkuat Persib Legend di laga eksebisi melawan tim Forkopimda Kuningan di Stadion Mashud Wisnusaputra, Selasa 1 Septembe r 2026.*

DIALEKTIKA KUNINGAN — Stadion Mashud Wisnusaputra tak hanya menjadi panggung final Bupati Cup 2026. Sebelum laga puncak digelar, publik Kuningan lebih dulu disuguhi duel penuh nostalgia ketika Forkopimda Kuningan berhadapan dengan Persib Legend.

Perayaan Hari Jadi ke-528 Kuningan terasa berbeda di Stadion Mashud Wisnusaputra, Selasa, 1 September 2026, ketika para pejabat daerah turun ke lapangan menghadapi barisan legenda Persib Bandung.

Laga exhibition game tersebut menjadi sajian pemungkas sebelum kick-off Grand Final Turnamen Sepak Bola Antar-Kecamatan se-Kabupaten Kuningan atau Bupati Cup 2026, sekaligus menghadirkan duel yang mempertemukan pejabat daerah dengan para mantan pemain Maung Bandung.

Ribuan pasang mata memadati stadion untuk menyaksikan pertandingan yang sejak awal membawa atmosfer berbeda, bukan sekadar soal menang dan kalah, tetapi juga nostalgia sepak bola Persib lintas generasi.

Pejabat Kuningan Tantang Para Legenda Persib

Forkopimda Kuningan turun dengan warna hijau sebagai identitas tim daerah, sementara komposisinya diisi jajaran pejabat Pemkab Kuningan, unsur Polres Kuningan hingga sejumlah mantan pemain PESIK Kuningan.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dipercaya menjadi salah satu motor permainan Forkopimda dengan mengenakan nomor punggung 10 dan mengambil posisi di area penyerangan.

Sektor depan Forkopimda juga mendapat suntikan tenaga dari Rio Hardianto serta Camat Luragung Dani Komara yang ikut masuk dalam skema permainan.

Lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan karena Persib Legend datang dengan skuad yang dipenuhi pemain yang pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang Persib Bandung.

Persib Legend juga diperkuat Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, putra Manajer sekaligus Komisaris PT PERSIB Bandung Bermartabat (PBB), Haji Umuh Muchtar.

Deretan nama besar seperti Robby Darwis, Ajat Sudrajat, Anwar Sanusi, Sutiono, Yaya Sunarya, Asep Munir, Roy Darwis, Nandang Kurnaedi, Yusuf Bahtiar, Sobur, Aris Munandar, Kekey Zakaria, Yayan Sundana, Aceng Juanda, Andi Supendi dan Haji Ahmad membuat laga ini terasa seperti reuni generasi emas Persib.

Persib Legend Kuasai Babak Pertama

Peluit kick-off menjadi tanda dimulainya pertarungan dua kubu dengan karakter berbeda, tetapi Persib Legend langsung memperlihatkan pengalaman melalui penguasaan bola yang lebih terstruktur.

Robby Darwis dan Ajat Sudrajat menjadi figur yang mengatur ritme permainan, sementara Forkopimda mencoba merespons lewat pressing dan serangan cepat.

Bupati Dian yang mengenakan nomor 10 ikut aktif mencari ruang, dibantu Rio Hardianto yang berusaha memutus aliran bola sebelum masuk ke area pertahanan Forkopimda.

Persib Legend akhirnya memecah kebuntuan setelah membangun serangan secara rapi yang dituntaskan Andi Supendi melalui finishing akurat ke gawang Forkopimda.

Gol tersebut membuat Persib Legend unggul 1-0, dan keunggulan itu bertahan hingga jeda pertandingan.

Babak Jeda Jadi Panggung Rebut Hadiah

Pertandingan sempat bergeser dari lapangan ke tribun ketika panitia menghadirkan pengundian doorprize bagi masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan.

Sejumlah hadiah seperti sepeda motor, sepeda listrik hingga kulkas dua pintu dibagikan secara gratis dan membuat suasana matchday semakin semarak.

Namun, persoalan tiket undian juga menjadi perhatian sebagian penonton yang mengaku tidak kebagian kupon meski tiket disebut dicetak dalam jumlah ribuan.

Pantauan di stadion menunjukkan sejumlah bagian tribun timur serta sektor belakang gawang tribun utara dan selatan masih belum terisi penuh saat laga eksibisi berlangsung, sebelum stadion semakin ramai ketika final Bupati Cup dimulai.

Forkopimda Bangkit, Persib Legend Kembali Menekan

Memasuki babak kedua, Persib Legend melakukan penyegaran dengan memasukkan sejumlah pemain senior, termasuk Aceng Juanda dan Yayan Sundana.

Forkopimda tidak ingin terus berada di bawah tekanan dan mulai memainkan serangan balik cepat untuk mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan lawan.

Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Dani Komara, Camat Luragung, melepaskan sepakan mendatar yang gagal dihentikan kiper Persib Legend.

Skor berubah menjadi 1-1, membuat pertandingan kembali terbuka dan tensi permainan ikut meningkat.

Persib Legend kemudian merespons dengan menaikkan intensitas serangan, sementara pengalaman para pemain veteran mulai kembali terlihat dalam membaca situasi pertandingan.

Football IQ para legenda menjadi pembeda ketika Persib Legend mampu mencetak gol kedua untuk kembali memimpin sebelum menambah satu gol lagi yang mengunci kemenangan.

Persib Legend Tutup Laga dengan Skor 3-1

Peluit panjang akhirnya berbunyi dengan Persib Legend menang 3-1 atas Forkopimda Kuningan.

Forkopimda sempat memberikan perlawanan hingga skor 1-1, tetapi kualitas pengalaman Persib Legend membuat pertandingan kembali berada dalam kendali mereka hingga tiga gol berhasil dicatatkan.

Meski berstatus laga eksibisi, pertandingan berlangsung cukup menghibur karena kedua tim tetap memperagakan jual-beli serangan di atas lapangan.

Tak ada rivalitas berlebihan setelah laga berakhir, justru para pemain dari kedua kesebelasan saling berjabat tangan dan berpelukan sebagai tanda respek.

Bagi Forkopimda Kuningan, hasil akhir bukan menjadi persoalan utama karena para pejabat daerah bisa menikmati pertandingan sekaligus ikut merayakan momentum Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan bersama masyarakat.

Sementara bagi Persib Legend, laga tersebut menjadi panggung untuk kembali menyapa publik lewat aksi para pemain yang pernah menghiasi perjalanan Maung Bandung.

Skor 3-1 akhirnya menjadi catatan di papan pertandingan, tetapi yang lebih penting, Stadion Mashud Wisnusaputra mendapatkan sebuah pertunjukan sepak bola yang mempertemukan masa lalu, masa kini dan gairah sepak bola Kuningan dalam satu lapangan.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *