DIALEKTIKA KUNINGAN — Insiden kiper cedera mendadak di menit akhir memaksa penyerang Ciawigebang jadi penjaga gawang dadakan saat tos-tosan, Luragung pun sukses segel back to back (B2B) gelar Bupati Cup 2026!
Takhta tertinggi turnamen antarkecamatan Kabupaten Kuningan resmi bertahan di tangan Luragung. Keberhasilan mempertahankan mahkota Bupati Cup 2026 tersebut dikunci usai menumbangkan Ciawigebang lewat adu penalti menegangkan di Stadion Mashud Wisnusaputra, Selasa (1/9/2026).
Peluit kick-off dibunyikan, tensi panas langsung membakar lapangan hingga adu fisik tak terhindarkan. Pertarungan keras yang didominasi benturan antar pemain membuat alur bola babak pertama sempat berjalan tersendat dan minim kreasi.
Kecerobohan kiper Ciawigebang membuka jalan kemenangan Luragung lebih awal. Performa sang penjaga gawang yang merosot tajam bikin posisinya langsung diganti kiper cadangan usai kebobolan—skor 1-0 menutup jeda babak.
Memasuki babak kedua, racikan taktik pelatih Ciawigebang sukses menyuntik energi baru di lini tengah. Papan skor pun berubah imbang 1-1 sampai laga 90 menit usai dan penentuan juara terpaksa bergeser ke titik putih.
Pertarungan tos-tosan dari titik 11 meter akhirnya menuntut ketenangan mental para algojo. Luragung tampil jauh lebih dingin mengeksekusi bola hingga menyegel predikat back to back champion.
Sorak-sorai langsung membahana begitu sepakan penentu Luragung menggetarkan jala lawan. Para pemain dan tim kepelatihan langsung berlari menuju tribune meluapkan kegembiraan bersama ribuan pendukung setia.
Nahas bagi Ciawigebang, nasib apes menghampiri kiper mereka yang mendadak cedera tepat sebelum adu penalti dimulai. Skenario darurat terpaksa diambil dengan memasang seorang penyerang untuk berdiri di bawah mistar gawang.
Bagi publik Luragung, mempertahankan trofi bergengsi ini bukan cuma soal menambah koleksi piala di lemari arena. Gairah si kulit bundar sudah mendarah daging menjadi kultur yang tak pernah padam.
“Alhamdulillah, Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, semuanya sangat mendukung,” tutur Camat Luragung Deni Komara mengapresiasi totalitas semua pihak. “Memang di Luragung, bola itu nomor satu dan fanatismenya luar biasa,” tambahnya.
Mobilisasi tribune jadi bukti sahih betapa gilanya gairah suporter dari wilayah tersebut. Kirab rombongan tak kurang dari 10 unit bus dikerahkan khusus membelah jalan menuju Stadion Mashud Wisnusaputra.
“Walaupun sekarang kita dibatasi dengan kendaraan, antusias penonton tidak menyurutkan anak-anak Luragung untuk bisa menyaksikan dan akhirnya juara lagi,” tegas Deni
Konsistensi Luragung merawat gelar juara dipupuk lewat sistem pembinaan usia dini yang rapi di SSB lokal. Eksistensi turnamen antardesa seperti Porgal Cup ikut menyuplai jam terbang tinggi bagi para pemain muda daerah.
“Pembinaan kita rutin, jadi dari segi usia alhamdulillah kita dari SSB selalu ada,” ungkap Deni membeberkan rahasia dapur timnya.
Urusan motivasi bertanding juga dipompa lewat kucuran bonus finansial bagi para penggawa lapangan. Usai mengangkat trofi Bupati Cup 2026, bonus khusus bernilai lebih sudah mengantre di ruang ganti.
“Tiap pertandingan kita ada bonus dan hari ini tentu ada bonus khusus,” aku Deni tersenyum lebar.
Bupati Cup Jadi Scouting Ground Talenta Kuningan
Panggung perhelatan Bupati Cup 2026 bertransformasi menjadi scouting ground bagi perburuan bibit pesepak bola masa depan. Turnamen tahunan ini menyaring talenta-talenta lokal yang siap diorbitkan ke level lebih tinggi.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengaku terkesima melihat sederet nama muda yang tampil menonjol sepanjang partai puncak.
“Pokoknya saya ucapkan selamat ke Luragung, Ciawigebang, dan Cidahu,” ucap Dian memberikan selamat atas perjuangan seluruh tim. “Semua klubnya bagus-bagus, cuma faktor keberuntungan saja yang membedakan,” lanjutnya.
Manajemen Pesik Kuningan bahkan sudah mengantongi perintah khusus untuk bergerak cepat memagari para pemain potensial tersebut.
“Saya bangga, semakin hari talenta muda Kuningan keren,” puji Dian usai memantau jalannya laga. “Tadi saya lihat pemain terbaiknya bagus dan saya sudah instruksikan manajer untuk segera direkrut,” tegasnya.
Dua pilar Luragung bernomor punggung 11 dan 21 dipastikan masuk daftar teratas radar pencarian bakat.
“Nomor 11 dan nomor 21 dari Luragung keren, dari Ciawi tadi juga ada,” papar Dian merinci hasil pantauannya. “Saya catat tadi ada empat sampai lima orang yang sangat pantas masuk skuad Pesik Kuningan,” imbuhnya.
Geliat kompetisi antarkecamatan ini pun resmi naik kelas menjadi jembatan seleksi impian para pemain lokal demi berkostum Pesik Kuningan.
Sportivitas Bukan Hanya Tugas Pemain
Suhu panas pertarungan yang sempat mewarnai jadwal pertandingan turut mendapat perhatian serius dari Bupati Dian. Kedewasaan bertanding ditegaskannya tak boleh cuma dituntut dari 22 pemain di lapangan, melainkan juga dari suporter di tribune.
“Jangan menuntut sportif itu dari pemain saja, tapi penonton juga harus sportif,” ujar Dian memberi peringatan hangat.
Penyelenggaraan Bupati Cup secara berkala diyakini bakal menggembleng iklim pertandingan jadi jauh lebih tertib dan kondusif.
“Kalau sudah kita biasakan rutin digelar, insyaallah masuk tahun ketiga dan keempat suporter akan semakin tertib,” harap Dian optimis.
Fondasi penonton yang makin teratur ini diproyeksikan bakal melahirkan kelompok pendukung Pesik Kuningan yang loyal dan santun.
“Dari sini nanti akan terbentuk suporter Pesik yang semakin militan di masa depan,” tegasnya.
Luragung Menang, Ciawigebang Tetap Mendapat Respek
Perjuangan gigih skuad Ciawigebang yang memaksa laga berlanjut hingga adu tos-tosan menuai respek tinggi dari jajaran pejabat daerah.
“Saya kira ini dua-duanya juara hari ini,” puji Dian mengapresiasi kualitas laga final. “Mungkin Dewi Fortuna saja yang sedang belum berpihak ke Ciawigebang,” tambahnya.
Pengembangan kualitas sepak bola Kuningan diharapkan terus berlanjut tanpa berhenti pada hasil skor akhir semata.
“Mudah-mudahan ini jadi motivasi bersama untuk terus berlatih meningkatkan kualitas sepak bola daerah,” tutur Dian menaruh harapan besar.
Persib Legend Hadir Sebelum Final
Laga eksibisi panas antara tim Forkopimda Kuningan meladeni Persib Legend lebih dulu memanjakan mata penonton sebelum partai pamungkas dimulai. Pertandingan persahabatan tersebut menyuguhkan aksi olah bola menawan dari para mantan pilar Maung Bandung.
Kemenangan 3-1 akhirnya dikunci Persib Legend usai mengatasi perlawanan gigih para pejabat daerah. Bupati Dian Rachmat Yanuar bahkan menjajal rumput hijau dan meramaikan alur possession play bersama para legenda.
Sajian hiburan nostalgia ini menjadi partai pembuka yang pas sekaligus memeriahkan rangkaian Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan.
Bukan Cuma Trofi, Ada Doorprize dan Umrah
Pesta rakyat sore itu makin meriah berkat guyuran doorprize elektronik hingga unit kendaraan dari panitia. Lembaran kupon undian gratis dibagikan ke penonton dengan hadiah kulkas, motor listrik, hingga sepeda motor Honda Beat.
Puncak kejutan datang dari tokoh nasional Andi Gani Nena Wea yang menggelontorkan grand prize berupa paket umrah gratis lewat sistem undian penonton.
Animo besar lautan manusia di stadion mendorong Andi Gani menyuarakan agar tribun Bupati Cup tahun depan tetap digratiskan tanpa membebani tiket masuk.
“Tahun depan juga harus tetap gratis,” cetus Andi Gani. “Sebab antusiasme masyarakat jauh lebih bagus kalau tiket dit gratiskan,” tambahnya.
Nominal bonus bagi sang juara pada ajang Bupati Cup 2027 dipastikan melonjak tajam demi mendongkrak gengsi kompetisi. Juara pertama dijanjikan membawa pulang Rp25 juta, posisi runner-up Rp20 juta, dan peringkat ketiga Rp15 juta.
Skema hadiah baru ini diharapkan memicu peta persaingan antarkecamatan agar semakin kompetitif melahirkan regenerasi emas.
Sukses Luragung menyegel gelar juara back to back kini meninggalkan satu pertanyaan besar: siapa talenta muda Kuningan yang bakal pertama kali menembus skuad utama Pesik?***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






