Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Regenerasi Pesilat dan Akses Pendidikan dalam Kejurda Tapak Suci Jabar 2026 di Universitas Muhammadiyah Kuningan

×

Regenerasi Pesilat dan Akses Pendidikan dalam Kejurda Tapak Suci Jabar 2026 di Universitas Muhammadiyah Kuningan

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Kejuaraan Daerah (Kejurda VIII) Tapak Suci tingkat provinsi Jawa Barat di Universitas Muhammadiyah Kuningan, Jumat 1 Mei 2026.
Pembukaan Kejuaraan Daerah (Kejurda VIII) Tapak Suci tingkat provinsi Jawa Barat di Universitas Muhammadiyah Kuningan, Jumat 1 Mei 2026.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Sebanyak 325 atlet bela diri dari berbagai daerah di Jawa Barat berkumpul di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Kuningan untuk berlaga dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda VIII) Tapak Suci tingkat provinsi, Jumat 1 Mei 2026.

Ajang yang memperebutkan Piala Rektor ini mencakup berbagai jenjang usia, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA, dan direncanakan berlangsung hingga Minggu (3/5/2026).

Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kuningan Ustaz Dadan Rahmatun Ramdhan, Rektor UM Kuningan Wawang Anwarudin, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Kuningan yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kuningan.

Dalam sambutannya, Ustaz Dadan Rahmatun Ramdhan menegaskan bahwa esensi dari kejuaraan ini tidak sekadar mengejar kemenangan di atas gelanggang. Menurutnya, kompetisi ini merupakan instrumen penting bagi proses regenerasi di tubuh persyarikatan.

“Kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari proses kaderisasi dalam gerakan Muhammadiyah,” ujar Dadan saat memberikan arahan kepada para peserta.

Ia juga memberikan penekanan khusus bagi para atlet di jenjang pendidikan menengah atas untuk terus melanjutkan studi ke bangku kuliah. Dadan mendorong para juara, terutama dari lulusan SMK, agar memanfaatkan program beasiswa di Universitas Muhammadiyah Kuningan guna memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Wawang Anwarudin, menyampaikan komitmen lembaga pendidikan yang dipimpinnya dalam mendukung pembinaan atlet-atlet berprestasi.

Wawang menyatakan bahwa pihak kampus akan terus menyediakan ruang pendidikan yang mampu mengakomodasi potensi mahasiswa di luar bidang akademik. “Kami berkomitmen memberikan ruang yang tidak hanya mendorong capaian akademik, tetapi juga penguatan potensi nonakademik mahasiswa,” tuturnya.

Apresiasi juga datang dari pihak pemerintah daerah melalui Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani yang menyebut Kejurda Tapak Suci sebagai agenda strategis dalam membina generasi muda. Ia menilai, kegiatan semacam ini efektif mendorong pelajar untuk tetap produktif dan termotivasi mengejar pendidikan setinggi-tingginya.

Selain sebagai ajang prestasi, pelaksanaan kejuaraan ini sekaligus menjadi sarana promosi amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, termasuk SMK Muhammadiyah 1, 2, dan 3 Kuningan.

Melalui kompetisi ini, persyarikatan berharap dapat melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya unggul secara fisik, namun juga memiliki karakter dakwah yang kuat sebagai agen perubahan di masa depan.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *