Scroll untuk baca artikel
OlahragaSepak Bola

Pesan Bupati Kuningan untuk PROTON FC Menuju PFL 2: Menang Penting, tapi Jaga Nama Baik Daerah Jangan Sampai Tertinggal

×

Pesan Bupati Kuningan untuk PROTON FC Menuju PFL 2: Menang Penting, tapi Jaga Nama Baik Daerah Jangan Sampai Tertinggal

Sebarkan artikel ini
Bupati Kuningan titip pesan emosional kepada skuad PROTON FC sebelum tampil di Pro Futsal League 2 nasional.
Bupati Kuningan titip pesan emosional kepada skuad PROTON FC sebelum tampil di Pro Futsal League 2 nasional.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Skuad PROTON FC resmi dilepas Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menuju Pro Futsal League (PFL) 2 di Pendopo Kabupaten setempat, Sabtu 4 April 2026.

Suasana begitu hangat ketika Bupati Kuningan menyampaikan pesan langsung kepada para pemain. Nada bicaranya tidak hanya berisi dukungan, tetapi juga menitipkan beban moral yang menurutnya harus dibawa tim saat tampil di level nasional.

Di hadapan pemain, pelatih, official, sponsor, dan pengurus olahraga, Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa keberangkatan Proton FC kali ini bukan sekadar agenda pertandingan biasa. Menurutnya, para pemain sedang membawa nama Kabupaten Kuningan ke arena yang lebih luas.

“Proton FC hari ini bukan hanya klub futsal, tetapi sudah menjadi duta daerah,” katanya.

Ia menyebut jersey yang dikenakan para pemain bukan sekadar seragam pertandingan, melainkan simbol harapan masyarakat yang ikut melekat di pundak setiap atlet.

Bupati Kuningan mengingatkan bahwa kemenangan memang menjadi tujuan utama, tetapi cara meraih kemenangan tidak boleh mengorbankan sportivitas.

Menurut dia, sikap rendah hati saat unggul dan tetap tenang saat berada di bawah tekanan justru menjadi ukuran penting dalam pertandingan besar.

Pesan itu disampaikan berulang karena ia menilai atmosfer kompetisi nasional akan jauh berbeda dibanding pertandingan yang biasa dijalani para pemain sebelumnya.

“Lapangan nanti bukan hanya tempat bermain, tapi tempat orang melihat karakter kalian,” ujarnya.

Dian juga meminta seluruh pemain menjaga kekompakan selama turnamen berlangsung. Dalam futsal, kata dia, satu pemain tidak akan cukup membawa tim melaju jika kolektivitas hilang.

Ia mengingatkan jangan sampai muncul perasaan paling menonjol di antara pemain karena permainan futsal sangat bergantung pada kebersamaan.

Menurutnya, pelatih harus menjadi rujukan utama selama pertandingan, sehingga setiap instruksi perlu dijalankan tanpa ragu.

Selain soal taktik, kondisi fisik juga mendapat perhatian khusus. Bupati meminta pemain menjaga stamina dan pola hidup selama kompetisi agar seluruh latihan yang sudah dijalani tidak terbuang sia-sia.

“Percuma latihan panjang kalau saat pertandingan justru kondisi tubuh tidak siap,” katanya.

Dian juga berbicara soal tekanan mental. Ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju prestasi tidak pernah lurus, selalu ada fase sulit yang harus dilalui.

Ia menyebut kegagalan dan tekanan justru bagian dari proses yang akan membentuk kekuatan tim.

Menurut dia, pemain muda harus mulai terbiasa menghadapi tekanan agar tidak goyah saat bertemu lawan dengan level pengalaman lebih tinggi.

Bupati menilai Proton FC kini sedang memasuki panggung yang berbeda karena kompetisi nasional menghadirkan lawan, atmosfer, dan tuntutan yang jauh lebih berat.

Karena itu, ia meminta seluruh skuad menjadikan target besar sebagai motivasi, bukan beban.

“Bawa semangat bertanding, tapi jangan lupa tetap jaga nama baik Kuningan,” ucapnya.

Pada bagian akhir sambutan, Dian mengatakan ia ingin suatu hari skuad Proton FC kembali ke pendopo bukan hanya dengan cerita pertandingan, tetapi juga dengan prestasi yang bisa dibanggakan masyarakat.

Sementara itu, Presiden Klub PROTON FC, Thony Indra Gunawan, mengatakan keikutsertaan pada Pro Futsal League 2 menjadi tahapan penting bagi klub untuk mengukur kesiapan menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi.

Menurut Thony, seluruh persiapan sengaja dibangun dengan standar lebih serius karena Proton FC ingin tampil kompetitif, bukan hanya sekadar mengisi daftar peserta.

Ia menyebut semangat utama yang dibawa tim tetap sama, yakni memperlihatkan bahwa klub yang tumbuh dari Kuningan mampu memberi warna pada persaingan futsal nasional.

“Semoga semua yang sudah kami siapkan menjadi cerminan semangat untuk membanggakan daerah dan membawa nama Kuningan lebih dikenal lewat futsal,” ujarnya.

Thony menambahkan, PROTON FC lahir dan berkembang dari kompetisi daerah, sehingga kesempatan tampil pada level nasional dipandang sebagai momentum besar yang harus dijaga.

Selain persiapan teknis tim, ia juga menyoroti dukungan sponsor yang ikut menopang perjalanan klub menuju kompetisi profesional.

Beberapa pihak yang selama ini terlibat mendukung Proton FC antara lain Hisance Internasional, Range Sport, Zona, Max Plus, Manggung Jaya Abadi, Yayasan Lengkang Wijaya yang ikut dalam pengelolaan legalitas klub.

Menurut dia, dukungan tersebut membuat Proton FC bisa menjaga stabilitas klub di tengah tuntutan kompetisi yang semakin ketat.

Thony juga mengingatkan bahwa Proton FC saat ini memikul posisi khusus karena menjadi satu-satunya wakil dari Kuningan dan satu-satunya klub asal Jawa Barat pada ajang tersebut.

Situasi itu membuat setiap pertandingan nanti bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang bagaimana membawa identitas daerah tetap diperhitungkan di level nasional.

Pelepasan kemudian ditutup dengan doa bersama sebelum tim bertolak menjalani agenda Pro Futsal League 2.

Bagi Proton FC, keberangkatan kali ini bukan hanya soal mengejar hasil di lapangan, tetapi juga menjawab harapan daerah yang sedang menitipkan mimpi pada kaki-kaki para pemain muda Kuningan.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *