DIALEKTIKA KUNINGAN — Suasana Terminal Tipe A Kertawangunan, Terminal Tipe A Kertawangunan, Rabu 25 Maret 2026, menjadi titik keberangkatan peserta program angkutan balik mudik gratis yang difasilitasi Kementerian Perhubungan untuk tujuan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
Program tahunan itu dilepas langsung oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar bersama jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta perwakilan pusat dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Muiz Tohir, yang ikut memantau langsung kesiapan armada dan peserta sebelum keberangkatan.
Dalam sambutannya, Bupati Kuningan menilai program ini bukan hanya soal menyediakan bus gratis, tetapi juga bentuk pelayanan negara agar masyarakat bisa kembali ke tempat kerja dengan perjalanan yang lebih aman dan nyaman.
Menurut dia, kebutuhan transportasi warga Kuningan saat arus balik selalu tinggi setiap Lebaran, sehingga program semacam ini selalu ditunggu para perantau.
Ia juga menyinggung peran warga Kuningan yang merantau ke berbagai daerah sebagai bagian penting dari denyut pembangunan daerah.
“Para perantau punya kontribusi besar bagi daerah, karena dari luar mereka tetap ikut menjaga hubungan dengan kampung halaman,” ujarnya.
Dari sisi pemerintah pusat, Muiz Tohir menjelaskan kuota mudik gratis tahun ini disiapkan untuk puluhan ribu penumpang di berbagai daerah dengan dukungan ratusan bus.
Untuk keberangkatan dari Kuningan, tersedia empat armada bus menuju sejumlah terminal utama di Jabodetabek.
Tujuan keberangkatan meliputi Terminal Pulo Gebang, Terminal Jatijajar, Terminal Kampung Rambutan, serta Terminal Poris Plawad.
Pelepasan peserta dilakukan secara simbolis sebelum bus bergerak meninggalkan terminal menuju kota tujuan masing-masing.
Di akhir acara, Bupati berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan selama perjalanan dan kembali bekerja dengan semangat baru setelah Lebaran.
Ia juga mengingatkan para perantau agar tetap menjaga ikatan dengan kampung halaman meski kembali beraktivitas di luar daerah.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






