DIALEKTIKA KUNINGAN — Ramadan 1447 H langsung dibuka dengan kembalinya sinetron yang sudah seperti “teman sahur” banyak keluarga.
Para Pencari Tuhan Jilid 19 mulai tayang Kamis, 19 Februari 2026, bertepatan dengan hari pertama puasa.
Serial yang hampir dua dekade hadir tiap Ramadan itu kembali muncul dengan cerita yang terasa lebih dekat dengan situasi hari ini.
Musim terbaru ini mengusung tajuk “Tobat Woy”.
Judulnya terdengar ringan, tapi isinya tetap serius.
Sejak awal kemunculannya, Para Pencari Tuhan memang dikenal sebagai tontonan religi yang tidak menggurui.
Di Jilid 19, benang merah ceritanya berputar pada anak-anak jalanan yang terseret dunia kriminal di kota besar.
Bang Jack kembali hadir sebagai figur sentral.
Karakter yang diperankan Deddy Mizwar itu tetap jadi penyejuk, tapi kali ini tantangannya lebih rumit.
Ia berusaha mendampingi anak-anak yang hidup di jalanan dan terjebak dalam lingkaran eksploitasi.
Anak-anak itu berada di bawah kendali seorang bos bernama Jarot.
Jarot memaksa mereka menjadi pengemis dan pencopet demi setoran harian.
Setiap hari ada target yang harus dipenuhi.
Jika tak menyetor, mereka terancam tak mendapat bagian untuk bertahan hidup.
Dari situ cerita bergerak.
Bukan cuma soal kejahatan kecil di jalanan, tapi juga soal pilihan hidup dan kesempatan kedua.
“Tobat Woy” jadi penegasan bahwa perubahan tidak datang tiba-tiba.
Prosesnya panjang, sering kali mundur dua langkah sebelum maju satu langkah.
Serial ini tetap konsisten mengangkat taubat sebagai perjalanan, bukan hasil instan.
Bang Jack dan tokoh-tokoh lain digambarkan jatuh bangun dalam pencarian spiritualnya.
Di situlah kekuatan PPT terasa.
Pesan agama hadir lewat dialog sederhana, kadang diselipkan humor satir khas produksi Deddy Mizwar, tanpa kesan menghakimi.
Musim ke-19 ini juga tidak menutup mata pada isu sosial yang sedang ramai.
Fenomena anak jalanan dan kriminalitas jadi sorotan utama.
Pendekatannya humanis, memperlihatkan mereka sebagai korban sistem, bukan sekadar pelaku.
Selain itu, ada sentilan soal organisasi kemasyarakatan atau ormas.
Serial ini mengingatkan bahwa ormas semestinya menjadi ruang kontribusi sosial, bukan alat tekanan.
Isu pinjaman online pun masuk dalam alur cerita.
Karakter Udin dikisahkan terlilit utang pinjol dan harus menghadapi debt collector.
Cerita ini terasa relevan dengan realitas banyak orang yang terjebak jerat utang digital.
Ada pula gambaran sulitnya mencari pekerjaan.
Tokoh seperti Muluk dan Pipit merepresentasikan generasi muda yang berjuang mencari peluang di tengah ketatnya persaingan.
Semua isu itu dikemas ringan.
Dialognya santai, kadang mengundang tawa, tapi tetap menyisakan ruang renung.
Untuk jajaran pemain, wajah-wajah lama masih mendominasi.
Selain Deddy Mizwar sebagai Bang Jack, ada Jarwo Kwat sebagai Pak Jalal.
Lalu Tyo Pakusadewo kembali tampil sebagai Bang Galak.
Nama lain seperti Asrul Dahlan, Udin Nga Nga, Irfan Glenn Siagian, Raihan Khan, Angga Putra, Farisha Fasha, hingga Ridwan Ghani juga ikut meramaikan.
Musim ini juga memperkenalkan sejumlah pemain baru.
Kehadiran mereka memberi warna berbeda, terutama dalam konflik yang melibatkan anak-anak jalanan.
Secara jadwal, PPT Jilid 19 tayang eksklusif di SCTV mulai 19 Februari 2026.
Jam tayangnya pukul 02.45 WIB, slot yang sudah identik dengan waktu sahur.
Bagi yang tidak sempat menonton di televisi, episode terbaru juga tersedia secara daring melalui platform streaming Vidio.
Penonton bisa mengaksesnya dengan berlangganan paket yang tersedia di platform tersebut.
Selama hampir dua dekade, PPT tetap bertahan di tengah gempuran program baru.
Kuncinya ada pada konsistensi mengangkat isu aktual tanpa kehilangan ruh religi.
Serial ini tidak sekadar mengejar rating, tetapi menjaga tradisi dakwah kultural lewat layar kaca.
“Tobat Woy” di Jilid 19 terasa seperti pengingat sederhana.
Bahwa di tengah kerasnya kota, selalu ada ruang untuk kembali.
Dan, Ramadan kembali menjadi momentum yang pas untuk memulai perjalanan itu.
Adapun link nonton Para Pencari Tuhan Jilid 19 Ramadan 2026 sila KLIK DI SINI.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






