DIALEKTIKA KUNINGAN — Persib Bandung resmi menekan pedal gas lebih dalam untuk mengarungi putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Demi menjaga takhta di papan atas, Pangeran Biru resmi melakukan upgrade amunisi asing di sektor finishing.
Nama yang dipastikan merapat adalah Sergio Castel, striker asal Spanyol yang dipasang untuk jadi solusi kebuntuan lini depan Persib.
Castel diproyeksikan memberikan dimensi serangan yang lebih fresh dan clinical di paruh kedua musim.
Langkah ini jadi bukti kalau manajemen gak mau main aman meski posisi tim relatif stabil. Persib paham betul kalau title race musim ini butuh konsistensi tinggi, dan kehadiran Sergio Castel adalah kepingan puzzle yang dibutuhkan.
Tentu saja, kedatangan pemain baru ini bakal memicu efek domino di line-up pemain asing. Masuknya satu nama anyar hampir pasti memaksa satu nama lama harus segera packing dan angkat kaki dari skuad.
Kepastian transfer ini dibocorkan langsung oleh “sang nahkoda” di jajaran manajemen, Umuh Muchtar. Lewat sambungan telepon, Pak Haji mengonfirmasi kalau deal dengan penyerang asal Spanyol itu sudah tuntas.
“Namanya Sergio Castel dari Spanyol, dia striker murni,” ujar Umuh memberikan bocoran terkait profil sang pemain.
Soal siapa pemain asing yang jadi korban “tendang” demi ruang bagi Castel, Umuh masih bermain rahasia. Ia menyerahkan urusan roster ini sepenuhnya ke tangan tim pelatih di bawah komando Bojan Hodak.
“Ya enggak tahu, pokoknya nanti manajemen yang atur-atur komposisinya,” katanya santai.
Wa Haji Umuh juga memberi sinyal kalau proses administrasi sudah settle dan tinggal menunggu waktu peluncuran resmi. Penggemar Persib sepertinya tak perlu menunggu lama untuk melihat si pemain memegang jersey biru.
“Pokoknya sudah masuk, sudah ada pemain baru, segera kita rilis.”
Bahkan, Umuh menyebut kalau sang pemain sudah dalam mode on-the-way menuju Bandung. Ia merasa pengumuman resminya sudah bisa “diledakkan” mulai saat ini karena statusnya sudah pasti.
“Sekarang saja umumkan, dia sudah mau datang kok, dari Spanyol,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Di sisi lain, isu transfer Mariano Peralta dari Borneo FC sempat disenggol, namun Umuh belum mau memberi lampu hijau. Ia menganggap isu tersebut masih sebatas rumor panas yang belum ada perkembangan konkretnya.
“Kalau Peralta sampai masuk, itu baru luar biasa, tapi sekarang tunggu saja dulu,” tutur Umuh Muchtar diplomatis.
Wa Haji Umuh menegaskan dirinya lebih suka menunggu pernyataan resmi dari klub ketimbang banyak berspekulasi. Ia ingin informasi soal pemain baru tetap sinkron dengan kebutuhan taktikal pelatih kepala.
Sementara itu di lapangan hijau, Bojan Hodak tampak semringah melihat intensitas latihan timnya. Menjelang matchday lawan Malut United pada Jumat, 6 Februari 2026, kondisi fisik para pemain mulai kembali ke level top performance.
“Latihan berjalan bagus, level kebugaran para pemain perlahan kembali ke titik ideal,” ungkap Bojan usai memimpin sesi latihan di GBLA, Selasa kemarin.
Hampir semua penggawa sudah gabung dalam full training, kecuali satu nama yang masih terjebak di ruang medis. Ramon Tanque masih harus menjalani program pemulihan khusus akibat cedera yang dialaminya.
“Kecuali Ramon, semua sudah siap tempur, meski belum 100 persen tapi saya yakin mereka siap untuk pertandingan nanti,” jelas Bojan Hodak.
Juru taktik asal Kroasia itu memastikan tidak akan memaksakan Ramon Tanque untuk turun di laga terdekat. Penyerang asal Brasil itu baru diproyeksikan masuk skuad setelah kondisi fisiknya benar-benar clean dari cedera.
Cedera Ramon Tanque sendiri didapat saat bentrok lawan Persis Solo tempo hari. Meski masuk sebagai super sub, ia harus mengakhiri laga dengan kondisi tertatih-tatih yang bikin tim medis bekerja ekstra.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






