Scroll untuk baca artikel
OlahragaPersibSepak Bola

Bandung Dingin, Persib Otw Hat-trick Juara! Maung Pulangkan Persija Jakarta yang ‘Remuk Redam’ Tatap Puncak Klasemen Liga 1

×

Bandung Dingin, Persib Otw Hat-trick Juara! Maung Pulangkan Persija Jakarta yang ‘Remuk Redam’ Tatap Puncak Klasemen Liga 1

Sebarkan artikel ini
Selebrasi Bandung Dingin ala Beckham usai cetak gol ke gawang Persija Jakarta menaikkan Persib ke puncak Klasemen Liga 1 sekaligus menjadi juara paruh BRI Super League, Minggu 11 Januari 2026.
Selebrasi Bandung Dingin ala Beckham usai cetak gol ke gawang Persija Jakarta menaikkan Persib ke puncak Klasemen Liga 1 sekaligus menjadi juara paruh BRI Super League, Minggu 11 Januari 2026.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Persib Bandung resmi menahbiskan diri sebagai juara paruh musim BRI Super League 2025/2026 setelah memaksa Persija Jakarta pulang dengan hati yang remuk redam dan muka masam.

Stadion GBLA kembali membuktikan diri sebagai tempat yang terlalu “angker” bagi Macan Kemayoran yang tampaknya lupa cara menang di Tanah Pasundan, Minggu 11 Januari 2026.

Pesta El Clasico sudah dimulai saat laga baru seumur jagung, tepatnya menit ke-5, ketika Beckham Putra Nugraha menyambar “sedekah” bola liar hasil kebaikan hati bek Persija di kotak penalti.

Berkat donasi tiga poin dari sang rival, Persib kini nangkring di puncak Klasemen Liga 1 dengan 38 poin, membuat Borneo FC terpaksa turun takhta ke posisi kedua.

Nasib kontras dialami Persija yang harus terjun bebas ke peringkat ketiga, bahkan kini mulai “diteror” oleh Malut United yang mengintip dari posisi empat besar Klasemen Liga 1.

Baca Juga:  Rumah Tangga Baim Wong dan Paula Verhoeven: Ombak Prahara Menghempas Bahtera

Sepanjang El Clasico Liga 1 Indonesia hari ini, Persija seolah dimusuhi Dewi Fortuna karena sundulan Eksel Runtukahu bukannya masuk gawang, malah menghantam rekan setimnya sendiri, Hanif Sjahbandi.

Ketegangan mencapai puncak saat Allano Lima melakukan aksi tak senonoh ke area sensitif Dewangga, yang anehnya hanya berbuah kartu kuning dari wasit.

Teja Paku Alam tampil bak tembok beton yang susah ditembus, mementahkan tendangan meriam Maxwell seolah-olah bola itu hanya mainan anak-anak.

Dewi Fortuna benar-benar memakai jersey Persib sore ini, terbukti saat roket Allano hanya mencium tiang gawang yang bikin Bobotoh senam jantung berjamaah.

Hingga turun minum, skor 1-0 tetap awet meski Persija mencoba peruntungan lewat sundulan Thales Lira yang arahnya lebih dekat ke bulan daripada ke gawang.

Baca Juga:  Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Dilepas Menuju Kejuaraan Asia di Bangladesh

Memasuki babak kedua, penderitaan Persija makin lengkap setelah Bruno Tubarao diusir wasit akibat tindakan tidak terpuji dia “menginjak” kaki Beckham Putra di menit ke-53.

Kiper Persija, Carlos Eduardo, dipaksa kerja rodi jatuh bangun menahan sundulan Julio Cesar yang dimanjakan oleh umpan “Sang Profesor” Thom Haye.

Gelar pahlawan layak disematkan pada Teja Paku Alam yang melakukan aksi penyelamatan ganda ajaib, membuat peluang Van Basty dan Eksel berakhir sia-sia.

Upaya memasukkan Witan Sulaeman dan Gustavo Almeida pun terkesan mubazir karena lini belakang Persib berdiri kokoh layaknya benteng tanpa celah sedikit pun.

Hingga peluit panjang, skor 1-0 memastikan Bandung tetap membiru dan Persija harus meratapi nasib pulang ke ibu kota dengan tangan hampa.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan sinyal ancaman bagi seluruh peserta kompetisi BRI Super League bahwa Persib Maung Bandung sedang otw menuju hat-trick Juara liga 1 Indonesia yang bersejarah.***

Baca Juga:  Proton FC Ready to Compete in Liga Nusantara Seri A West Java: Valuable Lessons from Friendly Against Fafage Banua

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *