DIALEKTIKA KUNINGAN — Pertarungan sengit antara PSIM Yogyakarta vs Persib Bandung dalam pekan ketiga BRI Super League 2025/2026 berakhir dengan skor imbang 1-1.
Pertandingan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu, 24 Agustus 2025, menjadi laga yang penuh drama, di mana Persib Bandung gagal memaksimalkan dominasi mereka, terutama setelah membuang dua peluang penalti.
Sejak awal, Persib tampil mendominasi. Dengan Saddil Ramdani dan Febri Hariyadi yang aktif di sayap, serta Marc Klok yang piawai mengendalikan lini tengah, Pangeran Biru menguasai 55% penguasaan bola dan melancarkan sembilan tembakan ke gawang. Namun, efektivitas serangan menjadi masalah utama.
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta yang berstatus tim promosi menunjukkan organisasi pertahanan yang luar biasa di bawah arahan pelatih Jean-Paul van Gastel.
Laskar Mataram berhasil memanfaatkan momentum di menit ke-63 ketika mendapatkan hadiah penalti. Ze Valente, sang eksekutor, dengan dingin menaklukkan penjaga gawang Maung Bandung, mengubah skor menjadi 1-0.
2 Penalti Gagal: Titik Balik yang Menyakitkan
Kegagalan Persib Maung Bandung memaksimalkan peluang datang dari dua penalti yang mereka dapatkan di babak kedua. Uilliam Barros gagal mengeksekusi penalti pertama, tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang.
Situasi semakin ironis ketika Marc Klok, yang biasanya menjadi andalan, juga gagal menaklukkan Cahya Supriadi. Kiper PSIM Yogyakarta itu tampil gemilang dengan enam penyelamatan penting, termasuk menggagalkan penalti Klok.
Kegagalan ini memicu sorotan tajam dari Bobotoh. Mereka menilai bahwa masalah mental dan teknik dalam mengeksekusi penalti harus segera dievaluasi oleh tim pelatih.
Gol Penyelamat dan Evaluasi Menyeluruh
Saat pertandingan memasuki masa injury time, asa Persib kembali menyala. Ramon Tanque yang baru masuk sebagai pemain pengganti, mengirimkan umpan silang akurat yang disambut dengan sundulan keras oleh Patricio Matricardi. Gol ini menyamakan kedudukan menjadi 1-1, menyelamatkan Persib dari kekalahan beruntun.
Meski berhasil membawa pulang satu poin, hasil ini meninggalkan banyak pekerjaan rumah bagi Persib, yang harus mengakui bahwa timnya harus berbenah, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan mentalitas.
Bobotoh banyak berkomentar di media sosial, mendesak agar tim melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk latihan khusus untuk eksekusi penalti dan akurasi umpan.
Hasil imbang ini memperpanjang rekor tak terkalahkan PSIM Yogyakarta di kandang, sekaligus menunda kemenangan tandang pertama Persib musim ini.
Satu poin yang didapat Persib menjadi pengingat pahit bahwa dominasi di lapangan tidak menjamin kemenangan.
Jika masalah ini tidak segera diatasi, posisi Persib Maung Bandung di klasemen BRI Super League dan kepercayaan Bobotoh, bisa terancam.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id/ dengan klik Google News.







