DIALEKTIKA KUNINGAN — Info update harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali terkoreksi. Per Selasa pagi, 17 Februari 2026 pukul 09.08 WIB, harga emas Antam turun Rp22.000 menjadi Rp2.918.000 per gram.
Penurunan ini menjadi yang kedua dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, harga masih bertengger di level Rp2.940.000 per gram.
Data tersebut dipantau dari laman resmi PT Aneka Tambang Tbk atau Logam Mulia di Jakarta. Perubahan harga bisa terjadi sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau pembelian kembali juga ikut turun. Kini, harga buyback berada di level Rp2.706.000 per gram.
Artinya, jika pemilik emas ingin menjual kembali hari ini, patokan yang digunakan adalah harga tersebut. Nilainya tentu belum termasuk potongan pajak yang berlaku.
Mengacu pada aturan dalam PMK Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi jual emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh ukuran, mulai 1 gram hingga 1.000 gram.
Untuk penjualan kembali dengan nominal di atas Rp10 juta ke Antam, PPh 22 sebesar 1,5 persen dikenakan bagi pemilik NPWP. Sementara yang tidak memiliki NPWP dikenakan tarif 3 persen.
Pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai buyback yang diterima. Jadi, dana bersih yang masuk ke tangan penjual sudah dikurangi kewajiban pajak.
Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, tarif PPh 22 sebesar 0,45 persen berlaku bagi pemegang NPWP. Untuk non-NPWP, tarifnya dua kali lipat, yakni 0,9 persen.
Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong PPh 22. Dokumen ini penting sebagai arsip administrasi perpajakan.
Berikut daftar harga emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia:
Harga 0,5 gram: Rp1.509.000.
Harga 1 gram: Rp2.918.000.
Harga 2 gram: Rp5.776.000.
Harga 3 gram: Rp8.639.000.
Harga 5 gram: Rp14.365.000.
Harga 10 gram: Rp28.675.000.
Harga 25 gram: Rp71.562.000.
Harga 50 gram: Rp143.045.000.
Harga 100 gram: Rp286.012.000.
Harga 250 gram: Rp714.765.000.
Harga 500 gram: Rp1.429.320.000.
Harga 1.000 gram: Rp2.858.600.000.
Dengan tren dua hari terakhir yang melemah, pelaku pasar biasanya mencermati peluang beli di saat harga terkoreksi. Namun keputusan investasi tetap bergantung pada strategi masing-masing.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






