Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Panen Besar di Tengah Serangan Hama! Petani Kuningan Ungkap Strategi Jitu, Hasilnya Padi Melesat Hingga 9,5 Ton/Ha

×

Panen Besar di Tengah Serangan Hama! Petani Kuningan Ungkap Strategi Jitu, Hasilnya Padi Melesat Hingga 9,5 Ton/Ha

Sebarkan artikel ini
Diskatan Kuningan dorong peningkatan produktivitas petani lewat Farm Field Day 2025 dengan teknologi modern dan hasil panen padi melesat!
Diskatan Kuningan dorong peningkatan produktivitas petani lewat Farm Field Day 2025 dengan teknologi modern dan hasil panen padi melesat!

DIALEKTIKA KUNINGAN — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan kembali mengadakan Farm Field Day (FFD) Sekolah Lapang Tematik 2025 di Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, sebagai upaya masif meningkatkan kapasitas petani melalui demplot berbasis edukasi.

Kegiatan monitoring dan arahan ini juga serentak digelar di beberapa sentra pangan lain, termasuk Desa Cileuleuy, Cidahu, dan Cikadu, untuk memperkuat regenerasi petani dan adopsi teknologi modern di berbagai wilayah, Senin 17 November 2025.

Acara FFD di Desa Timbang dihadiri langsung oleh Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, Kepala Desa Andi, dan partisipasi unik dari patriot ketahanan pangan Banser Kuningan, menunjukkan sinergi kuat demi pangan daerah.

Baca Juga:  Tok! KDM Sahkan UMK Kuningan 2026: Angkanya Rp2,3 Jutaan Selisih Rp3,6 Juta Dibanding Kota Bekasi yang Tertinggi se-Indonesia

Kades Timbang, Andi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Diskatan atas pendampingan intensif dan bantuan stimulan yang diberikan, menegaskan bahwa semua program Sekolah Lapang ini sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah tanpa membebani petani.

Kadiskatan Kuningan, dengan bangga menegaskan bahwa penerapan teknologi modern terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara nyata, bahkan saat menghadapi ancaman serangan hama.

Ia mendorong agar model budidaya yang efektif ini terus disosialisasikan dan diperluas melalui tanam serentak, yang terbukti lebih optimal dalam mengendalikan hama.

Wahyu juga menekankan pentingnya Integrated Pest Management (IPM), termasuk pemanfaatan burung hantu sebagai predator alami tikus dengan membangun rumahnya di titik-titik strategis.

Selain itu, ia memperkenalkan konsep “sawah pokok murah” dengan budidaya menggunakan mulsa, yang efektif menekan gulma, menghindari genangan, dan mengurangi hama keong sawah.

Baca Juga:  Tempat Menonton Liverpool vs Real Madrid: Susunan Pemain, The Reds Didera Kritik Pedas! Link Live Streaming DI SINI

Metode demplot Sekolah Lapang Tematik ini terbukti menghasilkan lonjakan panen signifikan, misalnya varietas Mapan PO5 di Desa Cibeureum melonjak dari 6,0 ton/Ha menjadi 9,5 ton/Ha.

Peningkatan fantastis juga terjadi di Desa Linggaindah (Inpari 32 mencapai 7,612 ton/Ha) dan Desa Timbang (varietas Cianjur mencapai 8 ton/Ha), membuktikan teknologi adalah solusi nyata menghadapi hama dan penurunan produktivitas lahan.

Dalam FFD, petani dilatih langsung melalui proses panen dan penimbangan hasil ubinan, memungkinkan mereka melihat dan mereplikasi hasil nyata dari penerapan teknologi budidaya modern.

Diskatan Kuningan melalui program ini terus berupaya memperkuat ketahanan pangan, memperluas adopsi teknologi berkelanjutan, dan bergerak menuju perwujudan Kabupaten Kuningan MELESAT.***

Baca Juga:  Hands Off! Ratusan Ribu Massa Demo Donald Trump: Tolak Kebijakan Presiden Amerika Serikat

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *