Owner POMINDO Yaya Sumantri Ingatkan Masyarakat Harus Siap Subsidi Minyak Goreng Dihapus

Owner POMINDO, Yaya Sumantri, menanggapi isu subsidi minyak goreng dihapus, bahwa polemik HET segara diselesaikan agar situasi pasar kondusif
Owner POMINDO, Yaya Sumantri, menanggapi isu subsidi minyak goreng dihapus, bahwa polemik HET segara diselesaikan agar situasi pasar kondusif.*

Dalam kondisi ini, para pengusaha juga menghadapi tantangan masyarakat yang tidak memahami bahwa HET hanya berlaku untuk barang subsidi, seperti minyak goreng. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa harga pokok penjualan (HPP) produsen atau penggilingan telah ditutup oleh pemerintah.

Masyarakat harus menyadari bahwa dalam peredaran minyak goreng, ada banyak minyak goreng curah atau kemasan komersil (non-subsidi) dan non-DMO.

Seperti POMINDO (Pom Minyak Goreng Indonesia) contohnya, selama 2 tahun POMINDO berdiri tak pernah menggunakan minyak goreng subsidi atau DMO. Bahwa, POMINDO murni menggunakan minyak goreng komersil (non-subsidi).

Secara perlahan alasan POMINDO sangat bisa diterima publik yaitu POMINDO tidak mau terganggu mengenai ketersediaan barangnya (selalu ready stock) dan tidak mau terpengaruh oleh harga yang tidak menentu dan terbawa arus simpang-siurnya para pemain minyak goreng.

Lebih dari alasan di atas, POMINDO ingin meyakinkan minyak goreng yang dijualnya memiliki kualitas beda dan pastinya lebih baik dibanding minyak goreng reguler seperti tengkulakan karena swasta mutlak, POMINDO juga lebih merasa aman dan mandiri tidak dikekang oleh regulasi DMO, Subsidi, Operasi Pasar, dll. itulah yang menjadi kekuatan POMINDO selama ini tak pernah mengalami kendala suplai ke semua daerah di Indonesia.

CEO PT. Parama Artha Buwana (Parabu) sekaligus Owner POMINDO, Yaya Sumantri, S.AP, M.AP., mengungkapkan, bahwa polemik HET harus segera diselesaikan secepatnya agar situasi pasar cepat kondusif.

Ditambahkan Yaya, bahwa pihaknya juga lebih setuju jika istilah subsidi dihilangkan saja agar semuanya fair play dan sehat. Dimana hasil peninjauannya, melihat kondisi saat ini terjadi turbulensi harga yang cukup tajam karena ada 2 harga yaitu harga subsidi dan harga komersil meskipun jenis minyaknya itu-itu juga yakni jenis CP-10.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *