Pemilu 2024, Rudi Permana Amankan 1 Kursi DPRD Kuningan untuk Partai Demokrat

Rudi Permana, Caleg Partai Demokrat Dapil 5 Kabupaten Kuningan Pemilu 2024, mengamankan 1 kursi untuk menjadi Anggota DPRD Kuningan.
Rudi Permana, Caleg Partai Demokrat Dapil 5 Kabupaten Kuningan Pemilu 2024, mengamankan 1 kursi untuk menjadi Anggota DPRD Kuningan.*

DIALEKTIKA — Sudah hampir pasti, bahwa Rudi Permana, SE., calon legislatif dari Partai Demokrat yang bertarung di Dapil 5 Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Pemilu 2024, akan mendapat 1 kursi untuk menjadi Anggota DPRD Kuningan.

Berdasar hasil rekapitulasi suara tim pemenangannya, dari data C1 setiap TPS di Dapil 5 Kabupaten Kuningan menunjukkan bahwa Rudi Permana memperoleh 5.300 suara lebih dari total 8.576 suara yang diterima Partai Demokrat pada perolehan hitung suara sementara di dapil tersebut.

Rudi Permana menyampaikan pada Senin, 19 Februari 2024, bahwa dia berterima kasih kepada masyarakat di Dapil 5 Kabupaten Kuningan yang telah melaksanakan Pemilu 2024 dengan aman dan damai.

Bersama Ketua Tim Pemenangan caleg Demokrat ini, Iwan Gunawan, dan Dian sebagai sekretaris tim, mengucapkan terima kasih terutama kepada warga yang telah memilih Rudi Permana dalam pemilihan legislatif Pemilu 2024

Rudi Permana sangat luar biasa dalam pertarungannya di Pemilu 2024 ini. Sebagai pendatang baru di dunia politik Kabupaten Kuningan, bahkan sebelumnya tidak terdaftar sebagai caleg dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Partai Demokrat.

Ia menuturkan, pada waktu itu dalam keadaan suasana dukacita karena orang tuanya yang akan maju caleg meninggal dunia sebelum Pemilu 2024.

Tidak lama kemudian, kesedihannya bertambah karena Drs. H. Toto Hartono, mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kuningan dan Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Kuningan, yang juga adalah mertua Rudi Permana, meninggal dunia.

“Saya waktu itu oleh tim pemenangan bapak saya diminta untuk menggantikan beliau maju menjadi caleg. Dan setelah memikirkannya secara matang, saya memberanikan diri maju untuk pemilu di daerah Kabupaten Kuningan. Akhirnya masuk ke dalam DCT,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *