Irawati Puteri : SPG Cantik Bersahaja Tembus Kuliah S2 ke Stanford University, Bertekad Perjuangkan Kaum Marjinal

Irawati Puteri SPG cantik hebat bisa kuliah Magister atau S2 ke Stanford University di California, Amerika Serikat hingga viral.
Irawati Puteri SPG cantik hebat bisa kuliah Magister atau S2 ke Stanford University di California, Amerika Serikat hingga viral.* (Twitter)

DIALEKTIKA — Irawati Puteri perempuan cantik berprofesi sebagai SPG (Sales Promotion Girl) hebat bisa kuliah Magister atau S2 ke Stanford University di California, Amerika Serikat hingga viral.

SPG cantik ini viral karena mendapat sambutan positif dengan banjirnya pujian dari netizen Twitter Tanah Air yang bangga terhadap Irawati Puteri kuliah ke luar negeri.

Sekaligus menghapus citra negatif yang selalu ditudingkan terhadap profesi SPG kerap dikonotasikan dengan hal-hal kurang baik di mata lelaki hidung belang.

Karier Irawati Puteri sebagai SPG, ia dikenal sebagai sales promotion girl Chicken Nugget.

Dan ia bisa berkesempatan mengenyam pendidikan Magister atau S2 di Stanford University di California, Amerika Serikat, berkat program Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Sebagai mantan SPG, Irawati Puteri mampu menunjukan pada orang-orang bahwa profesi sales promotion girl jangan melulu dipandang nakal, karena itu hanya oknum personal saja.

Serta, SPG cantik ini mampu membuktikan bahwa ketidakmampuan ekonomi bukan suatu hal untuk lantas patah arang dalam menggapai cita-cita, apalagi sampai terjerumus lubang nista atau dengan cara menjilat-jilat bos atau pejabat.

Irawati mengutarakan kalau dirinya hidup dalam lingkungan keluarga dengan keterbatasan ekonomi atau bukan anak orang kaya raya macam anak pejabat pajak Mario Dandy.

Kedua orangtuanya bekerja sebagai buruh serabutan untuk membesarkan Irawati Puteri dan kedua saudara kandungnya.

Akan tetapi, dikemukakannya sang ayah selalu mendidik anak-anaknya supaya tidak pantang menyerah dengan keadaan hingga tak patah arang melawan ketidakmustahilan dari permainan orang-orang kaya yang penindas hingga pejabat yang dzolim terhadap kalangan miskin.

Semangat itulah yang menjadikan Irawati Puteri tegar dan bersahaja berani menantang kerasnya kehidupan hingga berbuah hasil manis bisa menggapai apa yang ia cita-citakan dapat sekolah tinggi.

Diceritakannya pada laman Twitter, sempat ia mengalami kegetiran kala adiknya harus putus sekolah lantaran orang tuanya sedang kesulitan biaya. Lalu dia bekerja dengan memberikan les agar dapat membiayai adiknya.

Semasa SMA, Irawati gemar mengikuti perlombaan-perlombaan yang hadiahnya untuk biaya sekolah, di samping ia bekerja sampingan sebagai SPG Chicken Nugget. Dan berkat prestasi itu pula ia mendapatkan keringanan dari sekolahnya.

Kenapa gak jadi SPG rokok atau SPG otomotif yang penghasilannya lebih tinggi? Dijawab Irawati Puteri karena menjadi SPG Chicken Nugget tak memerlukan syarat tinggi badan yang harus jangkung serta berparas glowing.

Dan saat itu dikatakannya lantaran tak adalagi pilihan sebagai opsi pekerjaan sampingan di luar mengajar les. Keberkahannya, uang yang dihasilkan bisa pula untuk membatu orang tuanya bayar kontrakan rumah.

Ia rajin menabung dari penghasilannya sebagai SPG Chicken Nugget, yang digunakannya untuk kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia setelah lulus program SBMPTN, di mana Ira juga lulus SBMPTN keterima di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran namun lebih memilih UI.

https://twitter.com/irawatiputeri/status/1629473527903703040?s=20

Di Universitas Indonesia nama Irawati Puteri tercatat sebagai pemenang Best Speaker pada lomba debat di Fakultas Hukum UI.

Ia lulus S1 mencatatkan waktu kuliah 4,5 tahun, bahkan dikenal juga sebagai Ketua Debat Hukum Organisasi Debat FH UI.

Waktu menginjak semester VII, Ira juga pernah bekerja di sebuah kantor firma sebagai Legal and Policy Manager.

Terkini, Irawati Puteri siap menggapai cita-cita yang lebih tinggi lagi sebagai mahasiswi jurusan International Comparative Education and International Education Policy Analysis, yang terbilang hebat.

Pasalnya, jurusan ini hanya menerima sebanya 20 mahasiswa saja per angkatan dari seluruh dunia. Tentunya ini sebuah kebanggaan.

Irawati Puteri pun mencatatkan dirinya sebagai mahasiswi Indonesia pertama yang berhasil kuliah pada jurusan tersebut. Tekadnya, ingin mengimplementasikan ilmunya dengan membuat kebijakan pendidikan yang berfokus terhadap masyarakat marjinal.

Ia ingin memadukan keilmuannya di bidang hukum guna merancang kebijakan edukasi yang lebih bermutu dan berkualitas baik, membela kaum marjinal. Dengan mengerti konsep ketidakadilan dan kemiskinan struktural, multidisiplin, research-based, serta menyentuh sampai kepada akar rumput.

Itulah biografi hingga lika-liku perjuangan seorang mantan SPG, Irawati Puteri, yang kini menjadi mahasiswa Magister atau S2 di Stanford University di California, Amerika Serikat. Semoga menginspirasi.***

Baca juga berita-berita menarik Dialektika.id dengan klik Google News.

Respon (4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *