Anies Baswedan Umpamakan Indonesia Seperti Air di Hadapan Santri Pontren Husnul Khotimah Kuningan

Di hadapan Santri Pontren Husnul Khotimah, Anies Baswedan mengumpamakan Indonesia seperti air, di acara Munggahan Bareng Anies Baswedan.
Di hadapan Santri Pontren Husnul Khotimah, Anies Baswedan mengumpamakan Indonesia seperti air, di acara Munggahan Bareng Anies Baswedan.*

DIALEKTIKA — Anies Baswedan menggelar Munggahan Bareng Santri Pondok Pesantren, (Pontren) Husnul Khotimah, Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Minggu 12 Maret 2023.

Acara Munggahan Bareng Santri Pontren Husnul Khotimah itu dihadiri para tokoh Kabupaten Kuningan, hingga Alim Ulama setempat.

Selain bakal Calon Presiden Indonesia yang diusung Partai NasDem, Anies Baswedan tentunya dikenal sebagai Tokoh Pendidikan Nasional.

Pada Munggahan tersebut Anies Baswedan menyampaikan pidato kebangsaan, dengan pesannya begitu menyejukkan masyarakat.

Kepada para Santri Pontren Husnul Khotimah, Anies Baswedan mengumpamakan Indonesia seperti air. Yang mana merupakan hasil pengamatan dan pengalamannya dalam agenda pendidikan “Indonesia Mengajar” membawanya berkeliling Indonesia sampai ke pelosok-pelosok negeri.

“Kami banyak berkeliling menyaksikan Indonesia yang amat beragam. Indonesia luar biasa beragam keragaman itu seperti juga pelangi hanya indah bila bersatu. Namun keragaman itu menjadi bencana ketika diwarnai dengan permusuhan ketegangan,” ujarnya.

Anies menggambarkan Indonesia penuh warna, berwarna-warni, seperti sebuah persenyawaan.

“Persenyawaan itu beda dengan campuran, kalau campuran itu dicampur tidak membentuk unsur baru kalau persenyawaan itu barang yang dicampur jadi unsur baru,” dijelaskannya sambil memperagakan menggunakan wadah air mineral.

Kemudian Anies memaparkan tentang ilmu pengetahuan alam, soal rumus kimia Air, yaitu H2O. Dituturkannya, Hidrogen dan Oksigen bercampur membentuk namanya air.

“Air itu bukan oksigen dan air itu bukan hidrogen, tapi dalam air ada oksigen, dalam air ada hidrogen ketika bersenyawa dia membentuk entitas baru namanya air,” jelasnya.

Menurutnya, tidak banyak bangsa di dunia yang bisa bersenyawa seperti bangsa Indonesia. “Karena yang hidrogen tetap hidrogen yang oksigen tetap oksigen, tapi bergabung menjadi air ini kalau dibongkar isinya ada hidrogennya, ada oksigennya tapi barangnya beda. Coba cari hidrogen sendiri ada yang mau minum.”

Dikorelasikan dengan Indonesia, lebih lanjut lagi terangnya, bahwa Indonesia pun demikian. Terdiri dari suku Sunda, Jawa, Bugis, Aceh dan sebagainya.

“Nah kebanyakan dari kita akhir-akhir ini lebih sering membicarakan unsur pembentuknya daripada unsur yang dihasilkannya masing-masing kita. Oh saya hidrogen, oh saya oksigen untuk menunjukkan bahwa kita terdiri dari unsur yang begitu banyak lupa bahwa kita ini sudah menjadi Indonesia,” bebernya.

Lebih dalam lagi, Anies menerangkan tentang Garuda Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya Indonesia bisa hebat karena berbeda-beda tetap satu jua, dengan pemaknaan ketika bersatu menjadi sebuah kesatuan menyinergikan segala perbedaan itulah yang akan menjadikan Indonesia kuat.

“Bhinneka itu seperti menonjolkan oksigennya menonjolkan hidrogennya, sementara kita sudah menjadi Indonesia. Nah itu sering kami dorong dan mudah-mudahan bisa dijaga, tapi menjaga itu pengalaman kami bertugas di Jakarta kata kuncinya rasa keadilan, bila di situ ada rasa keadilan Insya Allah persatuan bisa dijaga,” pungkasnya.***

Baca juga berita-berita menarik Dialektika.id dengan klik Google News.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *