Berita  

Mang Ewo Soroti Fenomena ‘Pemkab Kuningan Gagal Bayar’

Sujarwo a.k.a Mang Ewo, pengamat senior Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.*

DIALEKTIKA (OPINI)—  Ramainya pembicaraan atau diskusi dari berbagai kalangan di berbagai lokasi/tempat kongkow atau berkumpulnya golongan masyarakat, serta pemberitaan di berbagai media baik online maupun cetak daerah, regional maupun nasional terkait fenomena terjadinya tunda (gagal?) bayar dari Pemkab Kuningan kepada pihak ke-3 yang mencapai nominal hampir menyentuh angka 100 M, plus anggaran sertifikasi guru dan lainnya seakan menjadi tema central sejak awal 2023.

Hampir semua pihak memberikan nilai “minus” terhadap kebijakan anggaran Pemkab Kuningan sehingga mengakhiri 2022 dengan kondisi yang kurang menggembirakan, yakni terjadinya tanda (gagal!?) bayar.

Fenomena yang juga terjadi di beberapa Kabupaten/Kota khususnya di wilayah Provinsi Jabar dan bukan hanya terjadi di Kabupaten Kuningan,  tentunya sesuatu kejadian yang baru terdengar dan dialami oleh masyarakat Kabupaten Kuningan. 

Hingar bingar tragedi tunda bayar, seharusnya tidak membuat kehebohan yang bombastis jika sejak awal, para pengambil kebijakan di lingkup Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat memberi pemahaman yang bisa dimengerti semua kalangan. 

Selain itu, sudah seharusnya pimpinan tertinggi di Lembaga Eksekutif dan jajaranannya yang terkait dengan kebijakan anggaran, dapat memberikan kepastian kepada pihak terdampak tunda bayar,  kepastian tunda bayar akan diselesaikan/dibayarkan.

Jika situasi hiruk pikuk tragedi tunda bayar dibiarkan semakin liar, dikhawatirkan akan sangat mengganggu kinerja dan ethos kerja lembaga Eksekutif pada 2023.

Terlebih, Tahun 2023 sudah memasuki tahun terakhir masa bakti duet H. Acep-M. Ridho sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, yang akan selesai masa baktinya pada 4 Desember 2023.

Saya yakin, duet H. Acep-M. Ridho, akan mampu menyelesaikan persoalan ini (tunda bayar), sesuai dengan waktu yg dijanjikan yakni paling lambat pada April 2023.

Karena jika hingga waktu yang telah dijanjikan tidak terealisasi, H. Acep dan M. Ridho sudah memperhitungkan berbagai konsekuensinya, terutama jika mereka hendak berkompetisi kembali di Pilbup 2024.***

Penulis: Sujarwo a.k.a Mang Ewo

Pengamat Senior Kabupaten Kuningan

Ikuti Berita Menarik Dialektika.id di GoggleNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *