ICMI Kuningan Tanamkan Kesadaran Kaum Muda Tentang Bahaya LGBT

Diskusi Kopi Pagi Bareng ICMI Orda Kuningan, membahas fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT), berikut dampak buruknya, di ruang rapat Linggajati, gedung Pemerintahan Daerah Kabupaten Kuningan, Sabtu 27 Agustus 2022.
Diskusi Kopi Pagi Bareng ICMI Orda Kuningan, membahas fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT), berikut dampak buruknya, di ruang rapat Linggajati, gedung Pemerintahan Daerah Kabupaten Kuningan, Sabtu 27 Agustus 2022.*

DIALEKTIKA — Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menggelar diskusi dengan pesertanya elemen kaum muda hingga perwakilan siswa-siswi.

Bertajuk “Kopi Pagi Bareng ICMI” dengan topik bahasan fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT), di ruang rapat Linggajati, gedung Pemerintahan Daerah Kabupaten Kuningan, Sabtu 27 Agustus 2022.

Ketua Majelis Pengurus Daerah ICMI Orda Kabupaten Kuningan, Nanan Abdul Manan, M.Pd., mengemukakan, pihaknya mengadakan diskusi yang membahas fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT), sebagai bentuk kewaspadaan terhadap dampak buruknya seperti penularan penyakit seksual, hingga gejala sosial yang bersifat negatif.

“ICMI yang terdiri dari sekumpulan intelektual ingin memberikan sumbangsih baik pemikiran hingga implementasi nyata yang konkret, dalam upaya penanggulangan LGBT,” ungkapnya.

Menurut Nanan, bahwa ICMI harus berperan guna menyelamatkan generasi muda dari bahaya perilaku negatif LGBT.

Dituturkannya, diskusi ini menjadi kajian awal untuk selanjutnya dilakukan lagi secara mendalam. Sehingga dapat menelurkan program ataupun formula khusus untuk melakukan pendampingan dan bimbingan kepada orang-orang yang terindikasi LGBT.

“ICMI akan dorong semua pihak, baik pemuka agama, dokter, hingga pemerintah agar berpangku tangan menyelesaikan masalah LGBT. Baik dalam upaya pencegahan, pun pembinaan para pelaku dan korban LGBT,” tukasnya.

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., memaparkan perihal “Kebijakan Pemda dalam Menyikapi LGBT.”

Diskusi Kopi Pagi Bareng ICMI Orda Kuningan, membahas fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT), berikut dampak buruknya, di ruang rapat Linggajati, gedung Pemerintahan Daerah Kabupaten Kuningan, Sabtu 27 Agustus 2022.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. (tengah), dalam Diskusi Kopi Pagi Bareng ICMI Orda Kuningan, membahas fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT), berikut dampak buruknya, di ruang rapat Linggajati, gedung Pemerintahan Daerah Kabupaten Kuningan, Sabtu 27 Agustus 2022.*

Dian Rachmat Yanuar yang juga sebagai Ketua Dewan Penasehat ICMI Orda Kuningan, menjelaskan mengenai dasar hukum, hingga mengingatkan adanya Surat Edaran Bupati Kuningan tentang imbauan kepada seluruh pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah hingga elemen masyarakat, agar memberikan edukasi soal dampak buruk LGBT.

“Pemerintah sangat mendorong Ormas/LSM yang mau melakukan pendampingan pada kaum LGBT sampai sembuh. Dan, pemerintah akan membantu melalui mekanisme hibah,” imbaunya.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *