Bubur Asyura 10 Muharram Tradisi Khas Asrama Kujang Jawa Barat – Yogyakarta

Bubur Asyura khaz Asrama Kujang Jawa Barat - Yogyakarta, satu tradisi istimewa penuh makna di awal Tahun Baru Islam setiap 10 Muharram.
Bubur Asyura khaz Asrama Kujang Jawa Barat - Yogyakarta, satu tradisi istimewa penuh makna di awal Tahun Baru Islam setiap 10 Muharram.*

DIALEKTIKA — Bubur Asyura adalah satu tradisi istimewa penuh makna di awal Tahun Baru Islam. Tepatnya, biasa dirayakan pada tanggal 10 Muharram.

Muharram, bulan pertama dalam tahun Islam menjadi satu bulan yang mengandung nilai kebaikan dari satu diantara bulan lainnya.

Sepuluh hari awal di bulan Muharram merupakan hari yang memliki faedah paling baik serta fadhilah. Di antaranya hari Asyura, Tanggal 10 Muharram.

Di tanggal 10 Muharram 1444 Hijriah, bertepatan hari ini Minggu 7 Agustus 2022.

Dikemukakan Ki Demang Wangsyafyudin, yang adalah seorang sesepuh (orang yang dituakan) bagi warga Jawa Barat yang merantau atau telah menetap di Yogyakarta.

Ki Demang Wangsafyudin menerangkan, bahwa Bubur Asyura ini terdapat suatu tradisi yang menarik dan bernilaikan ibadah yang Islami.

Keistimewaan Bubur Asyura yakni dibuat dari bahan baku rempah-rempah. Dan, mampu meningkatkan silaturahmi kesolidan di antara sesama, terutama bagi Umat Muslim. Karena, dimasak secara beramai-ramai.

Bubur Asyura, tradisi ini dikenal mendunia karena dijalankan umat Muslim di banyak negeri belahan dunia.

 “Maksudna ambeh urang mulang deui ka alam oge bisa mere maweh ka sasama, utama ka budak yatim,” ungkap Ki Demang Wangsafyudin, dalam bahasa Sunda.

Yang artinya, “Maksudnya supaya kita semua sadar untuk tergerak nurani bisa berbagi rejeki ke pada sesama manusia selama hidup di dunia, terutama kepada anak yatim”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *