Unisa Kuningan Bangun Kampus Baru, Wabup Ridho Suganda Ngebet Kepingin Ada Prodi Pertanian dan Pariwisata Kenapa Sih?

peletakan batu pertama kampus baru Unisa Kuningan
Wabup Kuningan HM Ridho Suganda, SH., M.Si. (kedua dari kiri depan) saat melakukan seremoni peletakan batu pertama kampus baru Unisa Kuningan, Jawa Barat, Sabtu 23 Oktober 2021.*

KUNINGAN (DIALEKTIKA) — Universitas al-Ihya (Unisa) Kuningan melaksanakan seremoni peletakan batu pertama untuk pembangunan kampus barunya yang beralamat di Gunung Keling, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu 23 Oktober 2021.

Giat peletakan batu pertama pembangunan kampus baru Unisa Kuningan dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Kuningan, HM Ridho Suganda, SH., M.Si., Ketua Yayasan Al-Ihya Kuningan Dr. H Barna Subarna, M.Pd., Wakil Ketua DPRD dari fraksi PKB Drs. H Ujang Kosasih, M.Si.

Serta turut menyaksikan, unsur Forkopimda Kuningan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kuningan Drs. H Nurahim, M.Si., Kepala BPKAD Dr. Asep Taufik Rohman, M.Si., perwakilan L2 Dikti, Perwakilan BSI, Perwakilan Disdik Jabar, jajaran Dosen Unisa Kuningan, serta undangan lainnya.

Disampaikan Rektor Unisa Kuningan Nurul Iman H.A., S.Ag, M.Si., kampus baru tersebut dibangun di atas luas lahan 2,8 Hektar. Dengan pelaksanaan pembangunannya dilakukan secara bertahap, pasalnya butuhk proses, terutama bakal memakan biaya banyak.

Lebih lanjut dikatakan Rektor Unisa Kuningan, perihal dibangunnya kampus baru sebagaimana kebutuhan yang mendasar bagi berdirinya sebuah universitas. Pasalnya, bangunan kampus yang sudah ada belum memenuhi syarat sebagai laiknya universitas.

Diketahui bangunan kampus Unisa Kuningan yang dipakai untuk kegiatan belajar mengajar saat ini hanya memilki luas 3.200 meter.

“Salah satu cita-cita para pendiri Yayasan Al-Ihya adalah berjihad dibidang pendidikan dan akan terus berusaha yang terbaik,” ungkap Nurul Iman.

“Untuk itu, pembangunan kampus baru ini akan berkonsep kampus ramah lingkungan (green campus) dan juga kampus ramah masyarakat. Dan sekaligus bertujuan menjadikan kampus baru UNISA ini sebagai wisata edukasi bagi masyarakat,” sambung rektor.

Selain menyelenggarakan pendidikan tinggi, dikemukakan Rektor Unisa Kuningan, Yayasan Al-Ihya, juga menyelenggarakan pendidikan bagi usia dini, dasar, menengah, atas, dan pondok pesantren modern. Dan ke depan, lanjutnya, pihak yayasan berencana akan membangun ponpes terpadu di wilayah Cidahu.

“Mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak, supaya pembangunan kampus baru Unisa Kuningan ini dapat berjalan lancar. Dan rencana-rencana pembangunan lembaga pendidikan lainya yang dicita-citakan juga dapat terwujud,” harap Nurul Iman.

Wabup Kuningan Ridho Suganda dalam sambutannya mengutarakan, Kabupaten Kuningan merupakan daerah agraris terletak di bagian timur Provinsi Jawa Barat, adalah kabupaten dengan luas wilayah yang luas, 119.571,12 hektar.

Luas wilayah administrasinya terbagi ke dalam 32 kecamatan, di mana terdapat 361 desa dan 15 kelurahan. Dan, sebagian lahan yang ada di Kabupaten Kuningan, didominasi oleh hutan dan pertanian.

“Lebih dari separuh lahan yang ada di Kabupaten Kuningan ini, adalah lahan pertanian produktif dan ditambah dengan area hutan yang luas. Artinya, lahan di Kabupaten Kuningan berpotensi menjadi sumber penghidupan masyarakat,” kata Ridho Suganda.

Melihat sumber daya alam tersebut, Wabup Kuningan memiliki pandangan bahwa Kabupaten Kuningan mampu menjadi sentra pangan dan pariwisata unggulan di Jawa Barat, jika ditopang sumber daya manusia yang mampu pula mengelola potensi-potensi SDA yang dimiliki.

“Dengan potensi pertanian yang dimilki, saya yakin, Kabupaten Kuningan akan memilki ketahanan pangan yang kuat, bahkan bisa menjadi sentra pangan di Jawa Barat. Ditambah, Kabupaten Kuningan juga memiliki banyak potensi wisata alamnya,” ucap Ridho Suganda.

“Namun, untuk mewujudkan itu, perlu ditunjang sumber daya manusia yang mampu mengelola pertanian dan pariwisata dengan baik,” imbuhnya.

Oleh karena itulah, Wabup Kuningan mengemukakan harapannya, ingin sekali ada universitas di daerahnya yang membuka program studi pertanian dan pariwisata.

Dengan maksud, supaya bisa mencetak SDM unggul yang mampu diandalkan mengelola potensi pertanian dan pariwisata yang ada di Kabupaten Kuningan. Sehingga hasilnya dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat di sektor perekonomian.

“Saya dari dulu selalu berharap, ada universitas di Kabupaten Kuningan yang membuka prodi pertanian dan pariwisata, supaya bisa menghasilkan SDM unggul yang mampu mengelola potensi pertanian dan pariwisata dengan keilmuannya,” harapnya.

“Sehingga akan terbukanya lapangan-lapangan pekerjaan, meningkatnya perekonomian masyarakat, dan Kuningan sebagai Kabupaten Pariwisata dapat terwujud,” pungkas Ridho Suganda.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *